Kolam Renang Pemkot Dibuka Maret

Kolam Renang Pemkot Dibuka Maret

  Senin, 7 December 2015 10:12
KOLAM RENANG : Kolam renang milik Pemkot Pontianak di Jalan Ujung Pandang II hampir rampung. Akhir Desember ditargetkan pengerjaannya selesai.(HENDY/PONTIANAK POST)

Berita Terkait

PONTIANAK - Pembangunan kolam renang Pemerintah Kota Pontianak di Jalan Ujung Pandang II rampung akhir Desember. Akan tetapi pengoperasiannya diperkirakan mulai Maret tahun depan. Pasalnya, Pemkot Pontianak akan menggelar lelang untuk mengelola fasilitas olahraga dan rekreasi itu. “Nanti tender dulu. Swasta saja mengelolanya biar gampang. Mudah-mudahan tender bias dimulai Januari,” ujar Sutarmidji, Wali Kota Pontianak.

Sutarmidji menampik pembangunan kolam renang semata-mata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan menarik retribusi masuk. Menurutnya fasilitas tersebut sebagai kelengkapan olahraga di Kota Pontianak. Kolam renang tersebut berdiri di atas lahan sekitar 4 hektare dengan dua kolam. Satu untuk dewasa dan olahraga dengan standard olimpiade, kolam lainnya untuk anak-anak. Kolam dewasa dilengkapi tribun. Di sekitar kawasan ada juga kamar ganti dan beberapa gajebo.

Investasi pembangunan kolam renang itu Rp24 miliar. Jumlah itu akan ditambah untuk melengkapi fasilitasnya yang diperkirakan total mencapai Rp30 miliar. Pembangunannya diharapkan dapat memacu percepatan pertumbuhan pembangunan di kawasan itu. Menurut Sutarmidji nilai ekonomis kawasan itu turut terdongkrak yang berdampak pada peningkatan perolehan bea perolehan atas hak tanah dan bangunan (BPHTB) dan pajak bumi dan bangunan (PBB). “Sehingga investasi itu jangan dilihat hanya kolam renangnya saja tetapi bagaimana kawasan ini tumbuh menjadi bernilai ekonomis tinggi,” jelasnya.

Dia mencontohkan pembanugnan Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alqadrie di Jalan Kom Yos Sudarso. Harga tanah dan bangunan di kawasan itu sebelum ada rumah sakit masih rendah. Sebaliknya, ketika rumah sakit dibangun, aset di sekitarnya terdongkrak. “Sebelumnya lahan di sana tidak begitu mahal, sekarang harganya sudah mencapai Rp5 juta per meter.”

Setelah menuntaskan kolam renang, Pemkot Pontianak berencana mendesain sirkuit balap di Pontianak Utara. Sutarmidji menyatakan, selain itu, pihaknya juga berencana akan membangun lapangan sepak bola yang representatif. “Saya lihat ada beberapa lahan pemerintah daerah, bisa saja di lahan terbuka hijau. Atau mungkin ruang terbuka hijau milik Universitas Tanjungpura (Untan), bisa kita buat lapangan sepak bola yang memenuhi standar,” ujarnya. (hen)

 

Berita Terkait