Kloter 12 Pulang 29 September

Kloter 12 Pulang 29 September

  Senin, 22 Agustus 2016 09:54
DILEPAS : Bupati Ria Norsan didampingi istri Erlina melepas jemaah haji di Embarkasi Batam sebelum terbang ke Arab Saudi.

Berita Terkait

MEMPAWAH– Perhatian penuh ditunjukkan pemerintah daerah kepada para jemaah calon haji asal Kabupaten Mempawah. Perhatian tersebut ditunjukan Bupati H Ria Norsan bersama istri, Erlina yang menyempatkan diri mengantar 135 jemaah haji dari Embarkasi Batam menuju ke Arab Saudi, Sabtu (20/8).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Mempawah itu disambut antusias jemaah haji Kabupaten Mempawah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 12 Embarkasi Batam. Para jemaah tampak senang dan bahagia melihat sosok Ria Norsan didampingi istri Erlina dengan mengenakan busana butik couple berwarna orange itu.

 “Kita sengaja mengantar hingga ke Embarkasi Batam, karena kita ingin melepas langsung para tamu Allah ini menuju ke Tanah Suci. Mereka adalah para tamu Allah sekaligus duta daerah dan negara. Semoga ibadah hajinya diterima Allah Taala dan kembali dengan selamat ke Tanah Air sebagai haji mabrur,” ucap Norsan di sela-sela pelepasan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, mengatakan ibadah haji sebagai perjalanan spiritual tertinggi. Ia menyebut jemaah haji sedang melakoni sejumlah ujian. Pertama, ujian realisasi niat. Sejak lama, ujarnya, jemaah telah berniat untuk menunaikan rukun Islam kelima, yakni naik haji.

 “Nah, jadi ini adalah ibadah perjalanan spiritual. Bukan untuk bersenang-senang seperti hanya berbelanja, misalnya. Semua yang dilakukan di sana harus berbasis ibadah. Karena itu jangan abaikan setiap tempat mustajab dan momen penting. Semuanya adalah arena untuk merealisasikan niat,” tuturnya berpesan.  

Menurut Syahrul, ibadah haji bukan hanya rutinitas. Ia meminta jemaah juga mendoakan daerah, bangsa, dan negara saat di Tanah Suci. “Teladani Nabi Ibrahim yang telah berdoa untuk kemakmuran Tanah Suci. Jangan hanya berdoa untuk diri pribadi dan keluarga. Dengan diijabahnya doa jemaah, maka Indonesia akan berubah jadi lebih baik, termasuk daerah dan keluarga kita,” ucapnya mengingatkan.

Ujian kedua, dia meneruskan, adalah ujian kepatuhan. Setelah mematuhi perintah Allah untuk berhaji, jemaah, menurutnya, juga harus melanjutkan dengan kepatuhan kepada panitia dan petugas haji. Seluruh petugas, menurutnya, adalah representasi ulil amri yang punya hak untuk ditaati. “Di Tanah Suci tidak ada lagi diri pribadi. Yang ada adalah kelompok. Dan kelompok, ada yang bertanggung jawab terhadapnya, yaitu petugas dan panitia haji. Ingat, ibadah haji adalah pengembangan spiritual tertinggi,” ujarnya berpesan.

Ditempat yang sama, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Syahbudi, menjelaskan kloter 12 terdiri atas jemaah calon haji Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, dan Kabupaten Melawi. Ia mengungkapkan di Mekkah jemaah kloter 12 akan berdiam di Maktab 01 wilayah Syisah nomor rumah 503 dan 505.

 “Menurut jadwal jemaah kloter 12 ini akan kembali ke Tanah Air pada 29 September 2016 pukul 12.35 waktu Indonesia,” terangnya. (wah)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait