Klinik Yayasan Asri Menuju Rumah Sakit Asri, Imbalan Menjaga Hutan untuk Layanan Kesehatan

Klinik Yayasan Asri Menuju Rumah Sakit Asri, Imbalan Menjaga Hutan untuk Layanan Kesehatan

  Kamis, 28 January 2016 10:08
RS ASRI: Rumah sakit milik Yayasan Asri di Jalan Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, yang diperkirakan tahun ini dapat dioperasikan dan melayani masyarakat Kayong Utara. DANANG PARSETYO/PONTANAK POST

Berita Terkait

Yayasan Alam Sehat Lestari (Asri) yang tedapat di Jalan Sungai Mengkuang, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, hadir sejak 2007. Mereka bahkan telah mendirikan klinik. Menariknya, cara pembayaran untuk mendapat pelayanan di sana tak harus menggunakan uang kes. Warga dapat menggunakan pupuk, bibit pohon, hingga kerajianan tangan lainnya. Sementara itu, saat ini proses pembangunan rumah sakit sedang bergulir dan diperkirakan pada tahun ini dapat segera dioperasikan.DANANG PARSETYO, Sukadana

YAYASAN Asri, tentunya sudah tidak asing lagi didengar masyarakat di kabupaten ini. Tidak hanya memiliki program pada kesehatan, namun masih memiliki beberapa program-program lainnya. Tujuan dari itu semua, Asri berharap kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dapat selalu menjaga hutan sekitar di kediaman mereka.

Ketua Yayasan Asri, Hotlin Ompusunggu, mengungkapkan, dengan melihat beberapa tahun ke belakang, dia mengakui  masih banyak sekali masyarakat yang menggantungkan kehidupan hasil dari hutan. Belum lagi, dengan keterbatasan medis yang ada saat itu, diakui dia, masih begitu minim. Sehingga, mereka kemudian memberikan solusi  kepada masyarakat untuk dapat memenuhi kesehatan, dengan syarat tidak lagi menebang hutan.

Hotlin mengungkapkan jika dilihat dari keuntungan menebang hutan, memang tak berdampak begitu signifikan kepada ekonomi masyarakat. Bahkan, menurut dia, dampak dari penebangan liar akan menyengsarakan banyak orang. Dari serapan air hujan, menurutnya, jelas berkurang, sehingga sumber air akan semakin sulit didapat, serta kerugian lainnya yang akan oleh masyarakat.

“Pada tahun 2007 kita pertama kali mulai, berangkat dari adanya lingkaran buruk yang terjadi antara kualitas kesehatan, sosial ekonomi, dan kerusakan hutan. Masyarakat hanya mempunyai satu sumber pilihan. Kalau mereka sakit, mereka menebang hutan, dan dorongan yang paling kuat dan tidak bisa tumbuh ialah kalau mereka ada kedaruratan medis, jadi kita melihat ada lingkaran setan yang sangat buruk kalau itu terus berlanjut,” ungkap Hotlin, Rabu (27/1) di Sukadan.

Kehadiran Asri di tengah masyarakat pun tidak semerta-merta keputusan sepihak. Mereka harus melalui proses diskusi, tukar pendapat, dan usulan-usulan masyarakat, demi menyerap apa yang mereka butuhkan kalau meraka berjanji menjaga hutan. Sehingga, menurut Hotlin, tercapailah sebuah keputusan dari masyarakat bahwa mereka sangat membutuhkan sebuah rumah kesehatan. Dengan demikian, harapannya, bila dari mereka sakit dapat memberikan dengan keringan.

“Kita melakukan pertemuan, kita terus mengadakan pertemuan tingkat dusun, desa, dan kita bertanya kepada masyarakat, apa yang mereka harapkan jika mereka bisa melindungi hutan? Itu pertanyaan kita ke masyarakat, ada beberapa permintaan dan usulan-usulan yaitu mereka mengatakan kalau kesehatan sangat penting, hidup tanpa kesehatan tidak ada gunanya. Seperti ada yang mereka sampaikan, karena sakit membuat mereka semakin miskin,” terangnya.

Untuk Asri sendiri, dipastikan dia, telah membuat beberapa program kesehatan yang bersinergi, tentunya dengan kelestarian hutan. Sehingga, sambung dia, mereka mencoba mengatasi beberapa kerusakan hutan di berbagai dusun yang menjalin kerja sama dengan mereka. Ia menerangkan, ada beberapa kriteria diskon yang diberikan kepada masyarakat, khususnya kepada warga dusun tersebut. “Kesehatan berkualitas dan terjangkau itu yang menjadi harapan mereka (masyarakat, Red). Dan mereka mengharapkan dapat mengakses pada pelayanan kesehatan dari jarak dan waktu, sehingga kita sudah siapkan ambulan,” tutupnya. (*)

 

Berita Terkait