Klenteng Sam San Kwet Bong Diresmikan

Klenteng Sam San Kwet Bong Diresmikan

  Senin, 4 April 2016 09:38
PRASASTI: Wabup Gusti Ramlana menandatangani prasasti peresmian klenteng. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Masyarakat Tionghoa di Desa Sungai Purun Kecil dan sekitarnya bersyukur atas realisasi pembangunan Klenteng Sam San Kwet Bong. Rumah ibadah itu pun diresmikan Wabup, Gusti Ramlana, Sabtu (2/4) pagi, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Disaksikan Ketua Matakin Kalbar, Sutadi, SH, Ketua DPD MABT Mempawah, Suharjo Lie, Camat beserta Muspika Sungai Pinyuh, para para tokoh agama dan masyarakat Tionghua di Sungai Purun Kecil, acara peresmian Klenteng Sam San Kwet Bong berlangsung hikmad dan meriah.

“Pemerintah Kabupaten Mempawah menyambut baik realisasi Klenteng Sam San Kwet Bong. Pembangunan ini sebagai bentuk pembinaan terhadap umat beragama khususnya warga Tionghoa di Sungai Purun Kecil,” terang Ramlana dalam sambutannya.

Ramlana menyebut, Pemerintah Kabupaten Mempawah memiliki komitmen yang tinggi terhadap terciptanya harmonisasi dan kerukunan hidup umat beragama. Sebab, menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama itu sendiri telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai pilar NKRI.

“Agama sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebab, ilmu agama tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan didunia melainkan juga akhirat kelak. Terutama bagi generasi muda, wajib mendalami pemahaman agama. Agar tidak kehilangan arah hidup dan kepribadian dalam dirinya,” pendapat Ramlana.

Lebih jauh, Ramlana menilai harmonisasi dan kerukunan hidup antar umat beragama dan etni di Kabupaten Mempawah telah terjalin dengan baik. Keberagaman agama dan etnis justru menjadi perekat silahturahmi antar masyarakat untuk saling menghormati, mengasihi dan menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kerukunan dan keharmonisan itu terlihat dalam kreasi tarian multi etnis yang menggambarkan kemajemukan masyarakat pemeluk agama dan etnis di Kabupaten Mempawah saling bersatu padu. Sehingga tercipta kehidupan yang damai, rukun, aman dan harmonis dalam bingkai NKRI,” paparnya.

Kedepan, Ramlana berpesan agar masyarakat senantiasa merawat dan menjaga keberadaan klenteng Sam San Kwet Bong dengan sebaik mungkin. Gunakan fasilitas yang ada untuk keperluan ibadah dan keperuntukannya.

“Terimakasih kepada panitia pembangunan, para donatur, pemrakarsa dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif hingga pembangunan rumah ibadah ini dapa direalisasikan dengan maksimal,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Klenteng Sam San Kwet Bong, Leng Nopor Gunawan mengungkapkan rencana pemugaran rumah ibadah itu telah berlangsung lama. Berkat dukungan dan kerjasama semua element masyarakat hingga pembangunannya bisa direalisasikan dengan baik.

“Awalnya kita targetkan selesai akhir tahun 2015 lalu. Namun, proses pembangunannya cukup rumit dan detail. Sebab, membangun kleteng itu tidak semudah membangun rumah. Makanya, perlu waktu yang cukup panjang hingga baru tuntas pada tahun ini,” paparnya.

Dia pun menghimbau masyarakat tionghoa yang akan menggunakan fasilitas rumah ibadah itu untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya dengan baik. Supaya keberadaan klenteng tersebut dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

“Atas nama panitia dan masyarakat, kami mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan bantuan para donatur. Semoga segala budi baik tersebut mendapat balasan pahala dari Tuhan YME,” ucapnya mengakhiri.

Dalam rangkaian peresmian klenteng Sam San Kwet Bong tersebut, panitia juga menggelar acara hiburan yang menampilkan artis dari Kota Pontianak sejak tanggal 31 Maret hingga 2 April.(wah)

Berita Terkait