Klaim Angka Laka Lantas Menurun

Klaim Angka Laka Lantas Menurun

  Rabu, 4 January 2017 09:53
KORBAN KECELAKAAN: Jenazah pengendera sepeda motor yang tewas pada kecelakaan lalu lintas di dalam Kota Putussibau pada Agustus 2016 lalu. DOKUMEN

Berita Terkait

Sepanjang 2016 Hanya 20 Kasus

PUTUSSIBAU – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kapuas Hulu mengklaim angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di kabupaten ini menuru. Kendati demikian, mereka tetap berupaya meningkatkan langkah preemtif dan preventif. Disebutkan jika pada 2015, jumlah kasus laka lantas sebanyak 28 kasus, menurun pada 2016 menjadi 20 kasus. Harapannya, pada tahun 2017 ini angkat tersebut terus terus menurun.

Menurut kepala Satlantas Polres Kapuas Hulu, Ipti Kamto, langkah preemtif dan preventif dilakukan mereka untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Secara umum, tak dipungkiri dia jika kini tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas yang ada mulai membaik, seperti yang ada di dalam Kota Putussibau. Hanya saja, dia menyayangkan, di luar kota masih belum signifikan kepatuhan para pengendara tersebut. 

Namun, sambung Kamto, jika mereka sudah memasuki ke zona tertib lalu lintas, para pengendara tetap tertib. Maka ke depan, pihaknya akan lebih banyak melakukan sosialisasi ke tingkat kecamatan, agar kesadaran tertib berlalu lintas juga terjadi di kecamatan. “Tahun ini kami akan menyasar ke daerah kecamatan. Dengan adanya sosialisasi di kecamatan, diharapkan ketertiban berlalu lintas semakin baik,” paparnya.

Saat ini, kata Kamto, pihaknya sudah proaktif menyampaikan imbauan melalui radio lokal, untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Dengan demikian, dia yakin, angka kecelakaan bisa menurun. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan sosialisasi melalui spanduk-spanduk di sepanjang jalan, baik itu lintas selatan maupun lintas utara serta di lintas timur.

Dengan upaya tersebut, maka tahun 2017 ini, Kamto optimistis angka laka lantas di wilayah Kapuas Hulu terus menurun. Selain itu, pihaknya juga melakukan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Maka kita harapkan masyarakat harus lebih tertib lagi,” imbaunya. 

Kamto juga menyampaikan, di mana tahun 2017 ini, jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak mengalami perubahan. Terutama, dikatakan dia, yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal tersebut, diungkapkan dia, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 terhadap administrasi kendaraan bermotor ada perubahan dibanding PP Nomor 50 Tahun 2010. Dimisalkan dia, pada tarif penerbitan SIM baru seperti SIM C 1 sebesar Rp100 ribu, SIM C II (Rp100 ribu), dan SIM D 1 (Rp50 ribu). Kemudian, dia menambahkan, untuk perpanjangan SIM C 1 sebesar Rp75 ribu, SIM C II (Rp75 ribu), serta SIM D 1, Rp30 ribu.

Sementara penerbitan STNK kendaraan roda dua baru, disebutkan dia, dari Rp50 ribu jadi Rp 100 ribu, kemudian perpanjangan dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu. Untuk kendaraan roda empat atau lebih, dikatakan dia, untuk yang baru sebesar Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu, perpanjangan (Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu). “Pengesahan STNK roda 2 dan 3 di tahun 2016 sebesar Rp25 ribu, roda empat atau lebih sebesar Rp50 ribu,” ungkap dia. 

Untuk penerbitan surat tanda coba kendaraan bermotor roda 2 dan 3 itu, dipastikan dia, tetap sebesar Rp25 ribu. Namun, dia menambahkan, untuk kendaraan roda 4 atau lebih dari Rp25 menjadi Rp50 ribu. Dijelaskan dia juga mengenai penerbitan TNBK roda 2 dan 3 dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu, dan roda 4 atau lebih dari Rp50 ribu jadi Rp100 ribu. Selanjutnya, dikatakan dia, untuk penerbitan buku BPKB baru, yang semula hanya Rp80 ribu jadi Rp225 ribu. 

“Ganti kepemilikan dari Rp80 ribu menjadi Rp225 ribu. Kemudian kendaraan roda 4 atau lebih yang baru dari Rp100 ribu menjadi Rp375 ribu, ganti kepemilikan dari Rp100 ribu menjadi Rp375 ribu,” ucapnya. Sementara untuk penerbitan mutasi luar daerah, disebutkan dia jika kendaran roda dua dari Rp75 ribu menjadi Rp150 ribu.“Untuk kendaraan roda empat/lebih dari Rp75 ribu jadi 250 ribu,” terang dia baru-baru ini. (aan)

Berita Terkait