Kisah Sukses CCDP-IFAD Kabupaten Kubu Raya

Kisah Sukses CCDP-IFAD Kabupaten Kubu Raya

  Sabtu, 9 April 2016 09:22
AUDIENSI: Tim Midterm Review (MTR)dari IFAD melakukan audiensi di kantor Bupati Kubu Raya. Tim MTR didampingi Sekda Kubu Raya, Sekretaris Eksekutif CCDP-IFAD, PMO, Bappenas, Konsultan PMO, PIU Kubu Raya, DOB dan konsultan PIU (Tahun 2015).

Berita Terkait

PROGRAM Pembangunan Masyarakat Pesisir atau Coastal Community Development Project (CCDP) telah dimulai sejak Tahun 2013, dan akan berakhir pada Tahun 2017 di bawah Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya. Program ini bertujuan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Hingga saat ini desa sasaran CCDP-IFAD Kubu Raya berjumlah 14 desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu, Batu Ampar dan Sungai Kakap.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, Djoko Triyono menyatakan sejak tahun 2013-2015 jumlah kelompok masyarakat (Pokmas) yang telah dibentuk dan diberi bantuan sebanyak 111 kelompok yang terdiri dari 92 usaha, 1 tabungan, 9 infrastruktur dan 9 pengelola sumberdaya alam. “Di tahun 2016 ini akan dilakukan penambahan pokmas usaha sebanyak 30 kelompok, 92 kelompok usaha terdiri dari kategori Penangkapan, Pengolahan, Pemasaran, dan Budidaya,” katanya.

Kelompok infrastruktur telah melakukan pembangunan berbagai macam fasilitas umum seperti Pondok Informasi, Pondok Wisata, Jalan Produksi, Jembatan, Tambat Labuh, Rumpon, Lantai Jemur, Air Bersih dan Mooring Buoy. Sedangkan PSDA telah melakukan kegiatan penanaman mangrove, penangkaran penyu dan “melahirkan” PERDES Daerah Perlindungan Laut (DPL) Lumbung Kepiting Bakau. Seluruh bantuan disalurkan melalui rekening bank masing-masing pokmas. Infrastruktur lainnya yang telah disediakan oleh CCDP-IFAD Kubu Raya adalah Rumah Produksi Kepiting Soka, Rumah Produksi Pengelolaan Daging Rajungan, Rumah Produksi Pengolahan Udang, mesin packaging dan cold storage mini.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya, Abdul Rani menambahkan dari perspektif pemasaran, program CCDP-IFAD sudah mulai membawa perubahan positif bagi masyarakat pesisir. Pokmas binaan CCDP-IFAD telah mengembangkan bisnis baik penangkapan, budidaya, pengolahan maupun pemasaran.

Produk-produk pokmas telah berhasil masuk supermarket besar di Kota Pontianak (Kaisar, Mitra Mart, Mitra Anda, Ligo Mitra dan lain-lain), Pusat Oleh-oleh Pontinak, Counter-counter Bandara Supadio dan PT Borneo. Melalui budaya menabung, anggota pokmas binaan CCDP-IFAD telah banyak yang “lepas” dari ketergantungan terhadap pemodal/pengumpul. Tentunya kisah sukses hebat ini merupakan sebuah keberhasilan tertentu untuk perbaikan sistem keuangan rumah tangga, yang terutama adalah kemandirian ekonomi.

“Berbagai intervensi telah dilakukan CCDP-IFAD Kubu Raya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, misalnya diversifikasi produk dan pengembangan alternative income. Sejak awal kita telah mengajak dan mengarahkan pokmas agar memiliki sumber pendapatan alternatif, yang pada akhirnya disambut baik oleh masyarakat dengan memulai kegiatan budidaya ikan,” paparnya.

Salah satu produk terbaru CCDP-IFAD Kubu Raya adalah pengembangan marine ecotourism berbasis education di Desa Sungai Nibung melalui pembangunan homestay, track mangrove dan pondok wisata. Semua infrastruktur tersebut akan dikelola kelompok PSDA dan Perangkat Desa.

Abdul Rani menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengirim beberapa perwakilan kelompok untuk dikirim ke daerah wisata seperti Bali mengikuti pelatihan budidaya kepiting dan pengembangan wisata lokal. “Selain itu melalui program CCDP-IFAD kami juga telah mengirim TPD untuk mengikuti pelatihan di Bogor dan Sulawesi, untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki. Sehingga bisa lebih maksimal dalam membantu kami untuk mengimplementasikan semua porgram CCDP IFAD di lapangan,” pungkasnya.(**)

Narasi dan Teks Foto: Achis Martua Siregar

Berita Terkait