Kisah Si Jhoni, Anjing Liar yang Jadi Pemandu Pendaki Gunung Agung

Kisah Si Jhoni, Anjing Liar yang Jadi Pemandu Pendaki Gunung Agung

  Kamis, 21 September 2017 09:26
Si Jhoni, anjing pintar dan baik menunggui rombongan Ni Made Taman. (NI MADE TAMAN FOR BALI EXPRESS/JawaPos.com)

Berita Terkait

Foto Anjing yang dipanggil  si Joni menjadi viral di dunia maya setelah diunggah mereka yang pernah dipandu mendaki Gunung Agung. Mereka bercerita bagaimana anjing ini menjadi penunjuk jalan selama dalam perjalanan. 

DEWA RASTANA, Karangasem

SALAH seorang pendaki yang pernah bertemu dengan Jhoni adalah Ni Made Taman, 38, asal Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem. Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), dia menuturkan bertemu dengan Jhoni saat mendaki bersama teman-temannya di Gunung Agung pada 2016.

''Kata orang-orang yang tinggal dekat sana, namanya Jhoni. Kebetulan pendaki yang sering ke sana juga memanggil anjing tersebut Jhoni,'' ujarnya.

Saat itu dia berangkat mendaki bersama delapan teman sehingga total ada sembilan orang, termasuk dirinya. ''Tetapi, karena menurut kepercayaan tidak boleh mendaki dengan jumlah ganjil, akhirnya kami ambil batu kecil dan kami masukkan ke jaket. Lalu, kami mohon izin untuk mendaki sepuluh orang, termasuk teman kami di kantong jaket,'' terangnya.

Berangkat dari Pura Besakih, Taman bersama teman-temannya kemudian mulai mendaki gunung tertinggi di Bali tersebut. Setelah lima jam menempuh perjalanan, sekitar pukul 23.30 Wita mereka beristirahat dan membuat api unggun. Di situlah dia bertemu dengan si Jhoni, anjing hitam yang dengan ramah menghampiri rombongannya.

''Kami beri dia makanan sisa, tetapi tidak mau. Begitu kami ambilkan makanan baru, dia mau makan. Begitu juga air, kami berikan pakai telapak tangan, dia mau minum,'' imbuhnya.

Anehnya, dari 40 rombongan yang melakukan pendakian, anjing itu hanya menghampiri rombongannya, mulai mendaki hingga kembali. Anjing tersebut mengantar sekaligus menjaga Taman dan teman-temannya. ''Bahkan, saat kami beristirahat di tenda, dia (Jhoni, Red) menunggui kami,'' ungkapnya.

Sesampai di puncak tertinggi Gunung Agung, si Jhoni pun bertemu seekor anjing putih. Namun, anjing putih itu hanya terlihat sepintas.

Uniknya lagi, saat hendak melanjutkan perjalanan sekitar pukul 01.00, Taman bersama rombongannya sempat tersesat karena Jhoni berjalan cukup cepat di depan. Dia bersama teman-temannya memanggil-manggil anjing tersebut, ''Jhoni..Jhoni..Jhoni..Tolong..''. Tak lama kemudian, anjing itu muncul dan menolong mereka dengan menggigit celana salah seorang anggota rombongan untuk menunjukkan jalan.

''Bahkan, kalau dalam perjalanan kami tertinggal di belakang, anjing tersebut menunggu kami. Kalau lama tidak muncul, dia balik menjemput kami,'' imbuhnya. Anjing itu pun mengantar Taman dan teman-temannya hingga kembali ke parkiran Pura Besakih.

Di saat aktivitas Gunung Agung meningkat seperti saat ini, Taman kembali teringat kenangannya bersama si Jhoni. Dia berharap anjing tersebut baik-baik saja. ''Saya percaya anjing itu merupakan penjaga bagi siapa pun yang datang dengan niat baik dan tulus ikhlas,'' tuturnya.

Posting-an Taman via Facebook pun mendapatkan banyak respons. Apalagi banyak juga pendaki yang pernah menjumpai anjing hitam seperti si Jhoni maupun anjing putih berkalung tridatu saat mendaki di Gunung Agung.

Taman sendiri sudah lima kali melakukan pendakian ke Gunung Agung. Pertama 2008, kemudian 2010, 2014, dan dua kali pada 2016. Terakhir, dia mendaki pada 17 Agustus 2016. Saat terakhir itulah Taman bertemu dengan anjing bernama Jhoni. 

(*/yes/c22/ami)

Berita Terkait