Kisah Chairil dan Empat Perempuan Cantiknya

Kisah Chairil dan Empat Perempuan Cantiknya

  Kamis, 9 November 2017 10:00
TIKET HABIS: Dari kiri, Happy Salma, Chelsea Islan, Reza Rahadian, Marsha Timothy, Tara Basro, dan Sita Nursanti di sela latihan Perempuan-Perempuan Chairil, kemarin (8/11). FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – Urusan akting, Reza Rahadian tak perlu diragukan lagi. Aktor Terbaik Asia-Pacific Film Festival 2017 itu rasanya bisa memainkan semua peran dengan baik. Kali ini dia memerankan pujangga dan penyair Chairil Anwar untuk pertunjukan teater Perempuan-Perempuan Chairil. 

Penampilannya itu bisa disaksikan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 11–12 November ini. Acara yang digagas Titimangsa Foundation tersebut disutradarai Agus Noor. Reza mengaku kagum pada sosok sang pujangga. ”Puisi-puisinya sarat makna dan visioner. Sangat maju di zamannya,” ujarnya di sela latihan di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, kemarin (8/11). 

Menemukan keasyikan tersendiri saat bermain teater Bunga Penutup Abad tahun lalu membuat Reza terlibat dalam pertunjukan tersebut. Saat Happy Salma, produser sekaligus pencetus ide pementasan, memaparkan proyek itu kepada Reza, aktor 30 tahun tersebut sangat antusias. Dialah yang mengajukan diri kepada Happy agar bisa memerankan Chairil. Reza berkomitmen penuh dengan keputusannya itu. ”Kalau ada tawaran main film di tengah persiapan teater ini, saya akan lewati dulu demi bisa berperan dengan baik sebagai Chairil,” tegas Reza.

Untuk mendalami peran, Reza membaca berbagai puisi Chairil dan buku biografi Chairil karya Hasan Aspahani. Dari buku itulah skenario teater disusun Hasan dan Ahda Imran. Reza juga berdialog dengan Evawani Anwar, putri mendiang Chairil, untuk lebih mengenal sosok sang ayah semasa hidup.

Babak hidup Chairil yang akan diangkat adalah masa mudanya. Ketika Chairil jatuh cinta kepada empat perempuan cantik yang lantas mengilhaminya dalam menciptakan berbagai puisi cinta dan patah hati. Empat perempuan itu adalah Ida (Marsha Timothy), Sri Ajati (Chelsea Islan), Sumirat (Tara Basro), dan Hapsah (Sita Nursanti). ”Itu adalah babak cerita yang belum banyak diketahui. Bahwa Chairil adalah orang yang romantis dan melankolis,” kata Happy.

Happy mengungkapkan, sebenarnya Chairil memiliki 11 sosok perempuan spesial dalam hidupnya. Namun, supaya pertunjukan teater terfokus, hanya empat orang yang diangkat. Chelsea merasa terhormat memerankan sosok Sri yang cantik jelita. ”Saya mencari tahu, bagaimana sosok Bu Sri ini lewat Google dan ngobrol dengan Mbak Eva,” ujar Chelsea.

Sementara itu, Marsha mengaku gugup. Istri Vino G. Bastian tersebut punya demam panggung yang dia cemaskan akan mengganggu penampilannya saat teater berlangsung. ”PR saya ada dua. Saya harus mendalami karakter Ida yang intelek dan modern sambil mengontrol demam panggung,” kata Aktris Terbaik Sitges Film Festival 2017 yang baru pertama main teater itu. 

Tara pun demikian. Salah satu pemeran dalam film Pengabdi Setan itu menyebut, pertunjukan tersebut merupakan debutnya bermain teater. Dia menyatakan berada di luar zona nyamannya sebagai aktris film. ”Kalau di teater, saya dituntut lebih hidup dari segi akting dan penampilan,” kata Tara.

Sebanyak 2.300 tiket untuk dua hari pergelaran itu telah terjual habis. Tim belakang layar dan para cast sudah pasti bahagia. Happy optimistis pementasan kisah sang pujangga tersebut bisa relevan dengan zaman sekarang. ”Puisi, sosok, dan pemikiran Chairil itu menembus zaman. Jadi, tetap bisa dinikmati kapan pun,” kata Happy. (len/c6/ayi)

Berita Terkait