Kirim Naga ke Kayangan , Masyarakat Antusias Saksikan Bakar Naga

Kirim Naga ke Kayangan , Masyarakat Antusias Saksikan Bakar Naga

  Rabu, 24 February 2016 08:27
BAKAR NAGA: Replika naga berada di kobaran api saat berlangsungnya ritual bakar naga di Komplek Pemakaman Yayasan Bhakti Suci Jalan Adisucipto,Kubu Raya,Selasa(23/2).Ritual tersebut menandai berakhirnya rangkaian perayaan Cap Go Meh di Pontianak. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK–Ritual bakar naga mengakhiri perayaan Cap Go Meh. Puncak ritual itu dipusatkan di tempat pemakaman umum Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adisucipto Kabupaten Kubu Raya, kemarin (23/02). Masyarakat ramai dan antusias melihat kegiatan itu.  Mengantarkan naga dari bumi ke kayangan.  

Pantauan Pontianak Post,  selama kegiatan berlangsung sempat terjadi hujan. Namun masyarakat bergeming sejak pukul 13.00 wib berdatangan. Mereka memenuhi lokasi hanya untuk menyaksikan secara langsung ritual bakar naga. Dalam tradisi tionghoa naga yang telah dibuka mata dan dimainkan selama cap go meh, harus di bakar. Selama cap go meh pemainan naga mempunyai makna tersendiri.

“Dalam tradisi kami bakar naga ini merupakan salah satu ritual dengan tujuan untuk mengirim makhluk kayangan ke negerinya di langit setelah sebelumnya dipanggil dan merasuki reflika naga,” kata Halim salah satu warga Tionghoa yang memboyong anak dan istrinya menyaksikan ritual bakara naga di TPU Yayasan Bhakti Suci Kubu Raya, Selasa (23/2).Walau sempat diguyur hujan, namun Halim bersama keluarga tampak bersemangat dan menikmati serangkaian kegiatan ritual bakar naga. “Acara seperti ini kan cuma setahun sekali jadi, sayang kalau dilewatkan,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan pengunjung lainnya, Hana yang mengaku sengaja meluangkan waktu untuk melihat ritual bakar naga tersebut. “Karena memang saat turun dari rumah tadi mau hujan makanya saya sudah siap payung. Bakar naga inikan salah satu tradisi atau budaya warga tionghoa jadi saya sebagai warga tionghoa merasa wajib untuk turut melestarikan termasuklah meramaikan kegiatan ini. Jadi walaupun sempat hujan tadi bukan masalah bagi saya,” ungkapnya.

Sebelum ritual bakar naga, terlebih dahulu dilakukan atraksi naga yang menurut kepercayaan warga Tionghoa sebagai simbol penghormatan terakhir sekaligus tutup mata naga.Melihat cukup baiknya antusias masyarakat Kubu Raya dan sekitarnya dalam menyemarakkan dan mensukseskan rangkaian kegiatan Capgomeh membuat Wakil Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kubu Raya, Hamdan menegaskan kedepan akan berusaha keras untuk meningkatkan kualitas perayaan Capgomeh di Kubu Raya.

Hamdan mengakui jika pada ini anggaran panitia terbatas. Meski terbentur anggaran, dia mengaku bersyukur lantaran perayaan Capgomeh di Kubu Raya berlangsung aman lancar dan sukses. Kedepan MABT Kubu Raya sambungnya akan mengupayakan agar kegiatan serupa bisa jauh lebih semarak.“Saya maklumi jika pada tahun ini tidak mendapatkan kucuran anggaran maksimal dari Pemkab Kubu Raya untuk penyelenggaraan kegiatan Capgomeh, bisa jadi kami telat mengusulkan karena alokasi APBD telah dibahas, namun saya berharap ditahun yang akan datang Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bisa menyisihkan sedikit anggaran untuk suksesnya penyelenggaraan Capgomeh di Kubu Raya kedepan dan saya harap juga dengan semakin semaraknya kegiatan ini nantinya juga bisa mengundang wisatawan luar untuk bertandang di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait