Kini Sudah 24 Jam

Kini Sudah 24 Jam

  Jumat, 16 September 2016 10:02
TAMBAH: Perubahaan pola operasional ini diresmikan Direktur Bisnis Regional Kalimantan Djoko Raharjo Abumanan dan Bupati Kubu Raya Rusman Ali.

Berita Terkait

PONTIANAK-Masyarakat Batu Ampar dan Padang tikar dipastikan menikmati pelayanan listrik selama 24 jam.  Penambahan jam operasional ini diresmikan kemarin oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan Djoko Raharjo Abumanan yang didampingi Bupati Kubu Raya Rusman Ali.

Pelayanan 24 jam ini menjadi wajah baru PLN yang bisa dirasakan masyarakat Batu Ampar dan Padang Tikar. Dimana sebelumnya masyarakat merasakan pelayanan listrik hanya enam jam sejak tahun 1985. Pelayanan listrik kemudian berubah menjadi 12 jam pada tahun 2012. Dan terakhir menjadi 24 jam ditahun 2016.

General Manager PLN Kalimantan Barat Bima Putrajaya menuturkan penambahan daya itu sudah menjadi perhatian PLN sejak tiga bulan terakhir. PLN melakukan survei kelayakan. Mulai dari melihat pertumbuhan ekonomi dan penduduk di kedua diwilayah. Kemudian studi yang dilakukan dengan melakukan uji coba pada hari Jumat dan Minggu.

“Karena melihat pertumbuhan itu cukup baik, makanya tahun ini harus diintegrasikan,” kata dia.  Menurutnya, penambahan layanan operasional ini seiring dengan peningkatan kebutuhan dan penambahan listrik desa di kedua wilayah tersebut.

Namun dia berharap dengan adanya penambahan daya ini masyarakat bisa memanfaatkan listrik sebaik mungkin.

“Kami harapkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat bisa mensosialisasikan efisiensi listrik. Harapan kami juga pelayanan ke masyarakat menjadi lebih baik,” harap Bima. Bupati Kubu Raya Rusman Ali menuturkan pengoperasian pola 24 jam ini menjawab harapan masyarakat akan kebutuhan listrik. Karena ini bentuk kerjasama PLN dan Pemkab, Rusman juga berharap masyarakat ikut andil dalam yakni tidak boros dalam menggunakan listrik.

“Saya minta masyarakat juga merubah pola hidupnya. Mungkin dulu, 12 jam, listrik hidup terus, tak perlu dimatikan mati sendiri. Sekarang saklar makin bertambah jadi lampu jangan hidup terus. Mulai hari ini, hemat listrik,” pesannya. Selain memberikan manfaat, Rusman mengingatkan jika listrik bisa menjadi musuh jika tidak dijaga. Salah satunya bisa memicu kebakaran.

Kemudian masyarakat juga diingatkan jangan mencuri listrik. Meskipun bayaran yang dikeluarkan setiap bulannya kecil, namun ancaman di penjara dan kebakaran menanti.  “Kalau sudah terbakar tidak ada sisa. Jadi harus saling bekerjasama,” kata dia.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan Djoko Raharjo Abumanan menilai perubahan pola operasional ini bisa ikut menggerakan roda perekonomian masyarakat.

Meskipun biaya yang ditarik juga meningkat, tapi dia berharap ada nilai lebih yang tinggal dan bermanfaat untuk masyarakat. Dicontohkannya pengembangan komoditi unggulan masyarakat.

“Bisa saja ini bermanfaat untuk pengemasan ikan kaleng, kemudian kopra yang diolah dan kemudian dijual. Atau menjual minuman dingin. Meskipun ada biaya yang keluar tapi ada nilai lebih secara ekonomi untuk masyarakat,” paparnya. (mse)

Berita Terkait