Kini Kaleng Bekas Miliki Harga Jual Tinggi

Kini Kaleng Bekas Miliki Harga Jual Tinggi

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:31
MINIATUR: Kaleng bekas disulap Munziri (tengah) jadi miniatur kendaraan. MIRZA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Berkat kreativitas Munziri, kaleng bekas yang tadinya hanya dijual kiloan ke penampung barang bekas, bisa disulap jadi miniatur kendaraan roda dua. Selain miniatur kendaraan, ia berencana buat miniatur robot.

 

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

KEINGINAN membuat satu produk dari bahan barang bekas, jadi satu produk bernilai jual merupakan awal Munziri, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura menciptakan karya miniatur kendaraan roda dua.

“Saya lihat miniatur kendaraan dari bekas minuman kaleng belum ada di Pontianak. Saya beranikan diri coba buat miniatur Vespa klasik. Terpilihnya jenis kendaraan asal Italia, karena saya suka bentuknya yang khas,” ucapnya kepada Pontianak Post, saat ditemui di Asrama Mahasiswa Untan, Rabu kemarin.

Cerita pria kelahiran Sambas mengatakan, awalnya ia memang suka mengumpulkan kaleng bekas minuman untuk dijual di pengepul. Hasilnya jadi tambahan biaya kuliah. Bagi dia, ide kreatif buat miniatur hanya kebetulan saja, tak ada perencanaan. Akhirnya dengan memanfaatkan sisa-sisa kaleng yang tak terjual coba dibuat miniatur oleh Munziri.

“Dengan bantuan video di Youtube saya beranikan diri untuk buat. Hasilnya seperti ini,” ucap dia menunjukkan miniaturnya.

Selain iseng, ia berpikir, kaleng bekas minuman kaleng jika di jual perkilogramnnya tidak terlalu tinggi. Dikatakan dia, pengepul mematok satu kilogram bekas minuman kaleng Rp1.000. Dari pada dijual lanjutnya, mending kumpulan kaleng bekas ini dimanfaatkan jadi bahan pembuatan miniatur.

Selain bahannya bisa dicari dari tempat pembuangan barang bekas, ia tinggal melengkapi bahan lainnya seperti, lem, bekas kabel dan sedikit kayu. Dibantu dengan kreatifitas, barang yang semula tak ada harganya, rupanya bisa jadi  miniatur yang miliki harga jual.

Untuk harga jual lebih dalam, ia belum berani mematok harga tinggi. Tetapi jika dilihat miniatur bahan kaleng bekas yang dibuat tangan-tangan kreatif di Pulau Jawa, biasa dipatok Rp50 ribu-Rp200 ribu. “Tergantung kesulitannya. Semakin kecil dan rumit menurut saya harganya lebih mahal. Kalau ukuran besar biasa harganya lebih murah,” ungkapnya.

Apabila miniatur ciptaannya ini diminati masyarakat, ia berencana produksi lebih banyak. Sejauh ini miniatur baru dikenalkan dari mulut ke mulut dan di posting ke media sosial. “Tanggapan masyarakat di media sosial bermacam. Rerata tanggapannya positif, dan tertarik untuk membeli,” ucapnya tersenyum.

Untuk miniatur kendaraan ini, ia lebih memilih tetap mempertahankan keunikannya, yaitu bekas minuman kaleng bekas. “Saya tak akan mengecat ulang miniatur, saya biarkan natural saja, biar orang tahu miniatur ini bekas minuman kaleng,” jelasnya.

Kalau pengembangan jenis miniatur, ia berencana akan buat miniatur vespa tipe lain. Selain itu, ia akan buat miniatur motor gede dan robot. Saat ini, ia tengah merancang minatur robot. “Untuk bentuknya, kemungkinan tak jauh beda dengan robot transformers,” ucapnya.(*)

Berita Terkait