Kinerja PDAM Dapat Sorotan

Kinerja PDAM Dapat Sorotan

  Sabtu, 16 April 2016 09:13
KANTOR PDAM: Dari sinilah segala layanan kebutuhan air bersih masyarakat Ketapang berasal. Sejumlah pihak meminta agar DPRD mengawasi bagaimana kinerja salah satu BUMD tersebut. CIPTAKARYA.PU.GO.ID

Berita Terkait

KETAPANG – Sekretaris Jendral Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Suap dan Korupsi (Gasak) Ketapang, Hikmat Siregar, meminta kepada DPRD setempat untuk mengawasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten ini. Ia menilai pelayanan salah satu badan usaha milik daerah tersebut kurang maksimal.

"Selain itu juga pengawasan terhadap budgeting dan legislasi pada PDAM juga harus dilakukan," pintanya, kemarin (14/4).

Terhadap kinerja PDAM, pihak tarkait juga diminta dia agar melakukan audit. Pasalnya, anggaran atau penyertaan modal yang diberikan setiap tahunnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dinilai dia, tidak memberikan kemajuan terhadap pelayanan mereka. "Tidak hanya mendapat penyertaan modal dari Pemda, PDAM juga banyak mendapat bantuan proyek dari APBN," jelasnya.

Ia menjelaskan, pelayanan yang kurang memuaskan pelanggan di antaranya di Kecamatan Kendawangan. Unit PDAM Kendawangan dianggap dia telah mendistribusikan air ke pelanggan tanpa penyaringan. "Kalau memang tidak sanggup, silakan mengundurkan diri. Tapi kalau sanggup silakan bekerja semaksimal mungkin," ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, kepala Unit PDAM Kendawangan, Sigit, membenarkan kalau sampai saat ini kualitas air yang didistribusikan mereka ke pelanggan di Kendawangan belum maksimal. Hal ini lantaran mereka masih kekurangan daya listrik untuk melakukan penyaringan air, sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Ia menjelaskan, hal tersebut sudah berlangsung sejak 2012. Kondisi ini, menurut dia, dikarenakan adanya apreting atau penambahan volume air. Mereka setidaknya memerlukan sekitar 73 kVA daya listrik, untuk pengoperasionalan dua pompa air, baik dari sungai ke instalasi pengolahan, maupun dari instalasi pengolahan ke pelanggan.

"Namun kita hanya memiliki 53 kVA daya, sehingga sampai saat ini memang masih kurang dan pendistribuan air ke pelanggan tidak melalui penyaringan. Makanya kualitas airnya tidak bagus," jelasnya.
Pihaknya sudah berupaya mengajukan penambahan daya kepada PLN, hanya saja hingga saat ini belum terlaksana. "Kita sudah bayar PLN, tinggal mereka nambah daya saja.

Kalau dayanya sudah bertambah, baru bisa untuk operasional pompa dan pemakaian bahan lain, sehingga air yang diterima pelanggan akan bagus kualitasnya," ungkapnya.

Sigit menambahkan, selain persoalan daya, kendala lainnya yang dihadapi mereka juga terdapat pada belum banyaknya jaringan pipa untuk pemasangan baru kepada pelanggan baru. Akibatnya, dia menambahkan, sejak berdiri pada 1992 silam, unit PDAM Kendawangan hanya dapat melayani tiga desa dari 19 desa di Kendawangan.

"Total pelanggan kita baru 1.023. Kendalanya karena masih belum ada saluran, jaringan, pipa-pipa dan lainnya, harapan kita memang dapat mengkover semua desa di Kendawangan," ungkap Sigit. (afi)

Berita Terkait