Kinerja Panitia Harus Solid

Kinerja Panitia Harus Solid

  Kamis, 23 June 2016 10:00
RAPAT PEMANTAPAN: Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Drs HM Mansur MSi memimpin rapat pemantapan persiapan para calon jemaah haji Kabupaten Ketapang, yang akan mengikuti manasik pada 25 – 28 Juli. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, serta melibatkan pihak terkait, menggelar rapat kesiapan haji, kemarin (22/6). Pertemuan tersebut dilangsungkan untuk untuk memberikan rasa aman, tertib, dan lancar, menuju haji mabrur di musim haji tahun 1437 H/2016 M ini.

Bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda), pertemuan tersebut dipimpin langsung Sekda Drs HM. Mansur MSi, dengan dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ketapang Drs H Syariffendi, dan Asisten II Setda Ketapang H Farhan SE MSi, serta sejumlah udangan lainnya. Diingatkan Sekda bahwa rapat kesiapan pemberangkatan dan pemulangan haji ini penting dilakukan, guna kematangan persiapan. Harapan dia agar para calon jemaah haji asal Kabupaten Ketapang dapat terlayani dengan baik. "Pelayanan yang baik oleh kita sangat berpengaruh terhadap keamanan, ketertiban, dan kelancaran jemaah calon haji kita. Kinerja panitia harus solid," kata Mansur.

Guna mencapai tujuan yang sangat diharapkan tersebut, menurut dia, diperlukan kerja keras dan kerja sama yang baik serta  terpadu, dari seluruh panitia yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Kesiapan-kesiapan diingatkan dia, mulai persyaratan administrasi calon jemaah hingga kepada pelaksanaan pembekalan ataupun manasik haji. Demikian juga pada saat pemberangkatan maupun pemulangan nanti, di mana harapan dia agar benar-benar dapat terlayanani dengan baik. "Kita tidak mau ada keluhan-keluhan dari jemaah calon haji. Sekecil apapun yang dikeluhkan mereka, harus kita atasi dengan sungguh-sungguh,” pesan Sekda.

Sementara itu, asisten II Setda Kabupaten Ketapang, H Farhan SE MSi menimpali, guna menuju keamanan, ketertiban, dan kelancaran jemaah calon haji asal Kabupaten Ketapang pada musim haji tahun ini, evaluasi kinerja kepanitiaan sangat penting. Sebab, diingatkan dia, berdasarkan pengalaman, ternyata  tidak jarang masih ditemui adanya  keluhan-keluhan jemaah haji yang masih menjadi perhatian mereka bersama. Oleh karenanya, untuk tahun ini, dia berharap agar apa yang menjadi keluhan-keluhan  tersebut benar-benar menjadi perhatian. Sebab, dia menegaskan, dampaknya sangat berpengaruh terhadap kinerja kepanitiaan.

Dicontohkan Farhan, pada saat manasik haji, di mana terkadang ada beberapa jemaah yang kurang paham dan mengerti mengenai materi yang disampaikan narasumber maupun pihak panitia. Untuk itu, dia berharap agar berikan penjelasan sejelas-jelasnya kepada jemaah. Terutama, diingatkan dia, bagi orang tua dan mereka yang lanjut usia. "Gunakan metode atau jurus keilmuan yang benar-benar pas dan menyerap, sehingga materi yang disampaikan narasumber dapat dipahami betul oleh calon tamu Allah ini menuju haji mabrurnya," kata Farhan. 

Tidak hanya pada manasik, mantan Kepala Bappeda Kabupaten Ketapang tersebut juga mengingatkan bahwa evaluasi juga penting pada saat pemberangkatan dan pemulangan jemaah. Kenyataannya, diakui dia, ternyata juga masih ditemui kendala dan hambatan di lapangan. Seperti, dimisalkan dia, pada saat pelepasan maupun sampai di Bandara Rahadi Oesman. "Upayakan kendala-kendala tersebut bisa diatasi, seperti perparkiran yang semrawut, pengaturan lalu lintas, dan lain sebagainya,” gugah mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi tersebut.

Ia juga mengharapkan agar kerja pantia tetap solid dan benar-benar dapat melayani jemaah dengan sebaik-baiknya. Apa yang menjadi kekurangan, diingatkan dia agar selalu bekoordinasi.

Sebagai informasi, manasik haji untuk 186 calon jemaah haji asal Kabupaten Ketapang akan dipusatkan di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, 25 – 28 Juli mendatang. Sedangkan pelepasannya dilaksanakan pada 16 Agustus di Pendopo Bupati. Pemberangkatan jemaah dilangsungkan pada 17 Agustus di Masjid Agung Al-Ikhlas Kota Ketapang. Untuk selanjutnya dari Bandara Rahadi Oesman Ketapang mereka akan menuju Bandara Supadio Pontianak. Dari Bandara Supadio Pontianak mereka terbang ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada hari itu juga. Kemudian dari Bandara Hang Nadim mereka berangkat ke Jeddah pada 18 Agustus 2016. (afi)

Berita Terkait