Kinerja DPRD Dapat Sorotan

Kinerja DPRD Dapat Sorotan

  Sabtu, 25 June 2016 09:55
KOSONG MELOMPONG: Sebanyak 18 anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara tidak menghadiri paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari jadi Kayong Utara di Ruang Rapat Gedung DPRD, kemarin (24/6). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Satu di antara warga Kayong Utara, Abdul Rani, mengaku kecewa dengan kinerja DPRD Kabupaten Kayong Utara. Kekecewaan tersebut dilontarkan dia begitu mengetahui banyak anggota DPRD yang tidak menghadiri Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pemerintah Daerah (Pemda) Kayong Utara kesembilan, 26 Juni mendatang.

Kekecewaan tersebut wajar dilontarkan Rani. Pasalnya, dari 25 anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, hanya tujuh orang yang menghadiri paripurna yang berlangsung, Jumat (24/6) pagi tersebut.

“Sangat kecewa. Rapat paripurna hanya dihadiri enam anggota dewan saja, dan itu tidak memenuhi kuorum. Ini jadi pertanyaan. Niat atau tidak menjadi aggota dewan? Untuk menghadiri rapat ulang tahun Kabupaten Kayong Utara saja banyak yang tidak hadir. Enam yang hadir 19-nya ke mana?” tanya Rani, ketika dihubungi Pontianak Post, Jumat (24/6) di Kayong Utara.

Dia menyoroti bagaimana akhir-akhir ini, anggota legislatif di Kayong Utara lebih mementingkan diri sendiri dibanding rakyat. Hal tersebut, menurut dia, dapat dilihat banyak yang tidak hadir pada rapat paripurna bersama Pemerintah di DPRD, Jumat (24/6) kemarin.

“Kalau saya lihat mereka (DPRD, Red) hanya terfokus pada kepentingan pribadi. Kok bisa hanya enam orang saja yang hadir, apalagi ini sebentar lagi mau Sail Selat Karimata? Ini kan kelewatan. Padahal jadwalnya telah ditentukan untuk rapat, kenapa masih banyak yang tidak hadir? Kan lucu? Apalagi mereka digaji juga,” sindir Rani.

Ia menilai, rasa tanggung jawab para wakil rakyat tersebut kepada Kayong Utara sudah mulai mengendor. Mana tidak, dia menambahkan, masing-masing hanya memikirkan aspirasi dan aspirasi saja. Ia mencontohkan, pada kegiatan reses, hanya sekadar formalitas. Mereka, menurutnya, sama sekali menampung aspirasi dan dampak kepada masyarakat.

“Apa lagi dengan kegiatan studi banding di luar daerah yang sering dilakukan oleh anggota dewan kita. Menurut saya tidak ada manfaatnya, dan tidak ada kelihatan hasilnya. Yang ada hanya menghabis-habiskan uang rakyat saja. Padahal, menjadi anggota dewan harus benar-benar mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Jadi, pada intinya, saya pribadi sebagai masyarakat benar-benar kecewa. Dan berbahaya jika ini tidak ada penaggulangannya, agar tidak berlarut,” tutur Rani.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara, M Sukardi, mengungkapkan sejauh ini belum memperoleh informasi terkait ketidakhadiran sebagian besar anggotanya pada rapat paripurna istimewa tersebut.  “Saya juga tidak tahu. Ke mana kawan-kawan kita yang lainnya tidak menghadiri rapat paripurna hari jadi Kayong Utara. Termasuk dua wakil saya pun tidak hadir. Dan ini memang sangat disayangkan, yang dipastikan akan diadakannya evaluasi terkait permasalahan ini,” terang Ketua DPRD.

Menurut dia, hal seperti ini memang sudah menjadi rutinitas di setiap tahun, untuk melakukan rapat paripurna istimewa hari jadi Pemerintah Daerah Kayong Utara. “Kalau tahun lalu tidak seperti ini. Dan cukup ramai yang hadir. Mudah-mudahan saja hal seperti ini tidak kembali terjadi di tahun yang akan datang,” keluhnyanya. (dan)

Berita Terkait