Kian Mantap jadi Penyelenggara

Kian Mantap jadi Penyelenggara

  Selasa, 19 April 2016 09:15
///PERSIAPAN SAIL: Bupati Kayong Utara Hildi Hamdi (tengah) ketika memimpin rapat pada kepanitiaan Sail Selat Karimata, Senin (18/4) di Gedung Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST///

Berita Terkait

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengungkapkan bagaimana dia awalnya sempat ragu apakah Kayong Utara mampu menjadi tuan rumah Sail Selat Karimata 2016. Namun belakangan, dia semakin yakin dan mantap kalau daerah yang dipimpinnya ini layak sebagai tuan rumah. Perasaan tersebut diungkapkan Bupati saat memimpin rapat persiapan acara, kemarin (18/4) di Gedung Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara.

Alasan yang paling mendasar, menurut dia, karena daerahnya pun sangat pantas sebagai tuan rumah. Sebab, dia menilai daerah yang resmi terbentuk pada 2007 ini, telah memiliki sarana yang menunjang. Sarana yang dimaksud dia, mulai dari sarana kantor pemerintahan yang lengkap, perbankan, penginapan, dan hotel tersedia hingga infrastruktur yang terus meningkat kualitasnya. “Inilah yang membuat saya yakin bahwa kita layak jadi tuan rumah Sail. Yang penting, dukungan kita bersama agar acara puncak nanti sukses dan Kayong Utara mendapat nilai baik,” tandasnya.
 Rasa ragu dan pesimistis sempat singgah pada diri Bupati, setelah melihat kondisi Kayong Utara yang di matanya masih banyak kekurangan. Apalagi, dia menambahkan, kegiatan ini bertaraf internasional, dengan dihadiri Presiden Joko Widodo bahkan juga dihadiri diplomat atau duta besar luar negeri. Orang nomor satu di pemerintahan Negeri Bertuah ini akhirnya optimis, setelah melihat dan belajar kepada daerah-daerah sebelumnya, yang melaksanakan agenda tahunan ini. Dia mencontohkan seperti Kabupaten Raja Empat yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah Sail, padahal daerah tersebut minim infrastruktur, dengan jalan aspal yang hanya 2 kilometer. “Dengan melihat kondisinya (Raja Empat, Red) pada saat itu lebih kurang seperti Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara saat ini, dapat dilihat sudah cukup baik,” kata Hildi.
Dia juga mencontohkan bagaimana kegiatan serupa di Kabupaten Tomini yang digelar 2015 lalu. Digambarkan dia, Tomini yang sangat luas dan sarana pemerintah juga sudah lengkap, sejumlah perbankan telah berdiri, namun tidak ditunjang dengan penginapan.
 “Dan kami bersembilan orang sempat berkunjung ke Tomini untuk belajar pengalaman daerah tersebut menggelar Sail. Di sana belum ada penginapan, sehingga kami diajak bupatinya menginap di rumahnya,” katanya.
 Namun, diungkapkan Bupati, yang menjadi tantangan sekarang ini buat mereka bukan lagi menyangkut sarana dan prasarana. Mereka harus berusaha bagaimana caranya memberikan pemahaman mengenai Sail kepada masyarakat. Harapan dia, masyarakat yakin jika daerah ini harus siap sebagai tuan rumah yang baik, dalam melaksanakan kegiatan puncak Sail Selat Karimata 2016 tersebut. “Ketika Sail dilaksanakan di Tomini, Presiden tidak menginap (bermalam, Red) di daerah itu, melainkan menginap di Palu. Tapi kita harap untuk di Kayong Utara ini semoga Beliau bisa menginap,” ucap mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut.
Dalam arahannya, dia menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat agar jangan meragukan Kayong Utara sebagai tuan rumah Sail Selat Karimata. “Saya sangat yakin, kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dari daerah sebelumnya. Asalkan kegatan ini kita dukung secara bersama,” katanya.
Untuk masyarakat, juga diharapkan dia, agar mengetahui bahwa Kabupaten Kayong Utara hanya ditunjuk sebagai lokasi acara puncak Sail Selat Karimata, tepatnya di Pantai Pulau Datok, 15 Oktober tahun ini. “Harus dipahami, kita ditunjuk sebagai tuan rumah acara puncak dan penyelenggara Pemerintah Pusat kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya.
 Untuk Sail Selat Karimata 2016, mereka bahkan melibatkan empat provinsi yang letak geografisnya berada di Selat Karimata. Keempat provinsi tersebut adalah Kalbar, Jambi, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung. Keempat provinsi tersebut menyepakati acara puncak di Kalbar, tepatnya di Kayong Utara.  “Masing-masing provinsi mengajukan dua kabupaten untuk acara puncak Sail, Kalbar sendiri mengusulkan Ketapang dan Kayong Utara,” singkatnya.
Sail Selat Karimata 2016 ini, menurut dia, bukan hanya saat acara puncak. Mereka telah memulainya sejak pra-Sail hingga sedang dan pasca-Sail. Oleh karenanya, selaku tuan rumah, masyarakat Kayong Utara diharapkan dia agar mendukung kegiatan akbar ini mulai dari sekarang hingga selesai nantinya.  “Paradigma Sail sekarang sudah berubah. Sekarang Pemerintah Pusat diberi kewenangan intervensi ke daerah dalam percepatan pembangunan dan dipilih daerah yang memiliki latar belakang daerah tertinggal,” jelasnya.
 Ketika rapat bersama Menko Maritim dan Dewan Kelautan Nasional bersama empat provinsi lainnya beberapa waktu lalu di Jakarta, Bupati sangat menangkap peluang ini. Bahkan, sebelum Kayong Utara ditetapkan sebagai tuan rumah, dikatakan dia jika kabupaten ini sempat bersaing dengan Kabupaten Sambas yang juga memiliki keinginan untuk menjadi tuan rumah.  “Sambas saya tegaskan bahwa tidak lagi sebagai daerah tertinggal berdasarkan dokumen yang ada, sehingga Kayong Utaralah ditetapkan,” katanya. (dan)

 

Berita Terkait