Kewenangan Provinsi

Kewenangan Provinsi

  Kamis, 22 September 2016 10:15
HANCUR : Satu-satunya jalan provinsi di kabupaten Kapuas Hulu yakni Simpang Sejiram-Semitau kini mengalami kerusakan parah, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Provinsi.FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Satu-satunya ruas jalan Provinsi di Daerah Kapuas Hulu yang menjadi kewenangan Pemprov Kalbar, kembali hancur. Saat Pilkada Kapuas Hulu akhir tahun 2015 lalu sempat diperbaiki dan mulus, bahkan peningkatannya dilaunching Gubernur Kalbar Cornelis. Namun dalam bebarapa bulan terakhir ini, ruas jalan dengan panjang 26 KM itu sebagian besar sudah rusak serta sulit dilalui. 

 
Kerusakan terparah terjadi dibeberapa titik, terutama dalama dan menuju kota Semitau. Kecamatan dengan aktivitas ekonomi cukup pada sejak beroperasinya perkebunan kelapa sawit dan lancarnya akses menuju kawasan perbatasan yakni Nanga Badau. Kini pertumbuhan ekonomi masyarakat kota Semitau meningkat drastis. Sektor jasa, Usaha Kecil Menengah (UKM) alami pertumbuhan signifikan.

Akibatnya, mobilisasi masyarakat ke daerah itu berupa angkutan barang dan orang meningkat tajam. Sehingga berdampak kerusakan jalan yang memang tak pernah ditangani secara serius oleh Pemprov Kalbar.

“Pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu memang cukup baik. Namun sayangnya tak ditopang oleh inprastruktur yang memadai,” tutur Budiarjo anggota DPRD Kapuas Hulu, Rabu (21/9).

Politisi asal Sejiram ini mengatakan, ruas jalan Simpang Sejiram-Kota Semitau sepanjang 26 KM itu memang menjadi kewenangan Pemprov Kalbar dan akhir tahun 2015 lalu sempat di perbaiki di saat momen Pilkada. Hanya saja, perbaikan dan peningkatan hanya beberapa kilo saja. Kini ruas jalan itu mengalami kerusakan sangat parah.Terlebih disaat musim hujan seperti sekarang ini, rusak berat.

 “Saya berharap perbaikan jalan jangan saat Pilkada gencar. Ini mumpung APBD tahun 2017 belum di bahas, mesti dimasukan dalam prioritas,” terang politisi yang sudah dua priode terpilih sebagai wakil rakyat ini. Menurut dia, dengan rusaknya ruas jalan provinsi itu, mobilisasi masyarakat terganggu, begitu juga angkutan sembako ke daerah Sejiram, Semitau, Suhaid serta Selimbau sangat terganggu.

Rusaknya ruas jalan Simpang Sejiram-Semitau juga dikeluhkan Ely Sawati, Warga Suhaid. Ia mengaku baru dua hari terakhir melintasi jalan tersebut. menurutnya, kerusakan terparah terjadi dibeberapa titik. Tak hanya ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan. Ruas jalan kabupaten Semitau-Suhaid juga rusak berat. Mobilisasi masyarakat menuju daerah kecamatan Suhaid serta Selimbau terganggu. 

 “Ruas jalan Semitau-Suhaid juga rusak, aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penyumbang kerusakan ruas jalan Simpang Sejiram-Semitau dan Semitau Suhaid,” terang Ely. Ibu muda anak satu ini mengatakan, disatu sisi perusahaan perkebunan sawit di Semitau, Suhaid dan Selimbau memberi damapk positif.Disisilain juga berdampak buruk pada kerusakan jalan negara.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu Ana Mariana, membenarkan Jalan Simpang Sejiram-Semitau merupakan jalan provinsi. Jalan dengan panjang 26 km itu, sampai saat ini belum semua diaspal, padahal ruas jalan tersebut satu-satunya jalan yang berstatus jalan provinsi yang di Kapuas Hulu. "Setiap musrenbang di Provinsi sudah sering kali saya usulkan peningkatan,”terangnya.

Menurut Ana, kewenangan penanganan jalan tersebut memang berada di Provinsi, sudah bertahun-tahun hingga saat ini masih ada beberapa titik yang belum diaspal dan sering rusak. Ia beraharp agar Pemerintah Provinsi dapat menuntaskan jalan yang merupakan satu-satunya jalan provinsi di Kapuas Hulu. "Masyarakat tahu itu kewenangan kabupaten, padahal kewenangan Provinsi," paparnya.(aan)

Berita Terkait