Keutamaan Salat Subuh Berjamaah

Keutamaan Salat Subuh Berjamaah

Jumat, 8 January 2016 08:46   2,074

Oleh: Uti Konsen.U.M. “Bukan kewajibanmu (wahai Muhammad ) untuk memberi mereka hidayah, akan tetapi Allah memberi hidayah kepada orang – orang yang Dia kehendaki “ (Al Baqarah ( 2 ) : 272). Salah seorang ulama bertutur “ Wahai saudaraku yang menghawatirkan anak – anaknya kelak masuk neraka , lakukanlah salat subuh, perintahkan keluargamu untuk melaksanakannya dan bersabarlah dalam melaksanakannya, niscaya engkau dan anak-anakmu akan berada dalam jaminan Allah “

Salat subuh berjamaah , umumnya dalam kenyataan di daerah kita, merupakan salat yang paling sepi jamaahnya. Kondisi ini sungguh sangat menghawatirkan. Kesadaran menunaikan salat subuh tepat waktu nampaknya semakin terkikis dan berganti dengan pengabaian masalah dan ketidak mauan untuk berubah. Padahal salat subuh memiliki pengaruh luar biasa yang bisa dilihat dari orang yang menjalankannya. Salat subuh memberikan nutrisi pada ruh dan membeningkannya.

Tak hanya menjadi cahaya bagi jiwanya, namun juga penguat bagi raganya. Wajah dan tubuhnya memancarkan cahaya yang cemerlang, kharisma dan keindahan. Jika anda bermuamalah dengannya, ia akan sangat toleran, jujur, dan menepati segala ucapan. Jika ia seorang pekerja, ia pasti pekerja yang tekun, rajin dan ulet. Jika ia seorang pedagang, ia adalah pedagang yang jujur, dapat dipercaya dan baik hati. Jika ia seorang penguasa, maka ia akan menjadi penguasa yang berlaku adil dan mengupayakan kemashlahatan bagi rakyatnya. Semua itu dapat terwujud di antaranya, karena seorang hamba selalu menjaga salat subuh tepat pada waktunya.

Allah Subhanahu wata’ala secara khusus memerintahkan hamba-Nya untuk memperhatikan salat subuh . Dia berfirman “ Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan ( dirikanlah pula ) salat subuh !. Sungguh salat subuh itu disaksikan “ (Al Isra (17) : 78). Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Jabir bin Abdullah bertutur, “ Kami sedang bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam. Beliau memandang bulan purnama, lantas bersabda ‘ Sungguh, kalian akan memandang Rabb kalian sebagaimana kalian memandang bulan purnama ini, tidak berdesak – desakan di dalam melihatnya. Jika kalian bisa tidak ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam, lakukanlah ! ‘. Kemudian beliau membaca ‘ Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya ‘ (Qaf (50) : 19)’”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Salat jamaah lebih utama daripada salat salah seorang dari kalian dengan 25 derajat. Para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul saat dilaksanakan salat fajar “.  Lantas Abu Hurairah berkata “ Bacalah jika kalian mau ‘ Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan oleh malaikat “ ( Al Isra’ (17 ) : 78 ) ( HR.Bukhari – Muslim ). Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam masih hidup, beliau sering berdoa antara lain “ Ya Allah, berkahilah umatku selama mereka bangun subuh “.

Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam mengutus pasukan perang, beliau mengutusnya pada pagi hari. Shakhr adalah seorang pedagang yang biasa mengirimkan dagangannya dari pagi hari, maka ia menjadi kaya raya dan banyak harta. ( HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Hiban ). Subhanallah.

Allah Subhanahu wata’ala memuji jamaah subuh di hadapan para malaikat. “ Bagaimana hamba-Ku ketika kamu tinggalkan ?”. Para malaikat menjawab “ Kami meninggalkan mereka, mereka sedang dalam keadaan salat dan kami datang mereka juga dalam keadaan salat “. Sebenarnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Mengetahui. Namun kewajiban malaikatlah untuk melaporkannya. Orang yang melakukan salat subuh merupakan  salah satu bukti dicintai oleh Allah Subhanahu wata’ala. Dari Jundup bin Sufyan berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Barangsiapa yang mengerjakan salat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah, maka perhatikan wahai anak Adam, jangan sampai Allah menuntut kamu karena mengganggu jaminan-Nya “ ( HR.Muslim ).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam menegaskan bahwa menghadiri salat subuh berjamaah , tidak akan disentuh api neraka. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Api neraka dinyalakan selama 1000 tahun sampai berwarna merah. Dinyalakan 1000 tahun hingga berwarna putih. Dinyalakan 1000 tahun hingga menjadi hitam pekat “ ( HR.Turmuzi, Ibnu Majah dari Abu Hurairah ). Dalam hadis lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Tidak akan disentuh api neraka orang yang salat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam matahari “ (HT.Muslim). Menghadiri salat subuh berjamaah setara dengan beribadah semalam suntuk.

Umar bin Khattab Radhiayyalahu ‘Anhu berkata “ Sungguh aku bisa melaksanakan salat subuh secara berjamaah itu lebih aku sukai daripada salat semalam suntuk “ (Imam Malik dalam kitab Muwatha ). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam menerangkan bahwa umatnya yang istiqamah salat subuh berjamaah, termasuk ciri mukmin sejati. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda “ Apabila kamu melihat ada seorang laki-laki yang biasa benar datang ke masjid ( untuk salat berjamaah ) maka ketahuilah bahwa ia benar –benar seorang mukmin “ (HR.Ahmad). Wallahu’alam.

Uti Konsen