Keuntungan Pasti dari Jualan Elpiji

Keuntungan Pasti dari Jualan Elpiji

  Sabtu, 14 November 2015 09:05
GAS ELPIJI : Seorang karyawan sedang menyusun tabung gas elpiji di salah satu agen gas elpiji di kawasan Pasar Flamboyan. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sejak minyak tanah mengalami lonjakan harga dan pemerintah menggelar program konversi bahan bakar rumah tangga, elpiji menjadi dominan sekali digunakan oleh masyarakat. Rumah tangga perkotaan maupun perdesaan saat ini menggunakan elpiji untuk memasak. Sebuah keuntungan pasti untuk agen maupun pengecer bahan bakar kompor gas ini. Aristono, Pontianak

Satu produk elpiji ternyata memiliki mata rantai bisnis yang panjang dan menghidupi banyak orang. PT Pertamina (Persero) sebagai produsen tunggal tentu adalah raksasa dari semuanya. Namun untuk penjualan, Pertamina bermitra dengan agen-agen elpiji di daerah masing-masing. Agen-agen ini lantas menjual ke sub-agen atau pangkalan, yang menyalurkan ke konsumen atau ke pedagang pengecer. Selain itu, jasa pengantaran elpiji juga hidup dari bisnis yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini.

PD. Sumber Megah adalah salah satu agen elpiji di Kota Pontianak yang melayani cukup banyak pelanggan. Outletnya di kawasan ruko Pasar Flamboyan, Jalan Gajah Mada menjual elpiji ukuran 12 kilogram dan Bright Gas. Sementara outlet lainnya di Jalan Pahlawan dikhususkan untuk elpiji bersubsidi ukuran tabung 3 kg.

Riko, pengelola PD Sumber Megah mengatakan, dalam satu hari untuk elpiji 12 kg dan Bright Gas saja, pihaknya mampu menjual rata-rata sebanyak 30-an tabung. Sedangkan tabung 3 kg jauh lebih banyak dari itu. “Pengguna elpiji 3 kg kan banyak sekali, karena murah meriah. Jadi pastinya paling laku yang ini,” ujarnya.Agen mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang diberikan Pertamina. Harga satu tabung 12 kg mencapai Rp 149 ribu. Sedangkan Bright Gas harganya Rp 151 ribu. Adapun harga gas elpiji 3 kg di Pontianak dihargai Rp 16.500,-. Khusus elpiji 3 kg harganya sudah ditentukan oleh pemerintah daerah. Agen dan pangkalan dilarang menjual harga di luar ketentuan tersebut, terkecuali para pedagang eceran.

 

Paling Laris Ukuran 3 Kg

Berjualan elpiji saat ini jauh lebih mudah lantaran pengisian gasnya berada di Pontianak juga. Selain itu konsumennya juga terus bertambah lantaran program pemerintah untuk peralihan dari minyak tanah ke elpiji beberapa tahun silam. Walaupun berada di Kota Pontianak, pelanggan PD Sumber Megah juga tersebar di daerah lain. “Kami juga kirim sampai ke Singkawang,” ucap Riko.

Ketergantungan masyarakat Kalbar terhadap gas elpiji sendiri semakin kuat. Elpiji saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat di Kalimantan Barat untuk keperluan memasak bagi konsumen rumah tangga, restoran atau rumah makan hingga hotel dan industri lainnya. Pertumbuhan penjualan elpiji di provinsi ini mencapai 10-15 persen setiap tahunnya. Pada tahun 2014 lalu, Pertamina mampu menjual sekira 100 ribu metrik ton gas elpiji untuk semua varian. Namun yang paling banyak terjual adalah ukuran 3 kg. Gas bersubsidi dalam kemasan tabung hijau ini mencapai 80 persen dari total penjualan semua varian.

Meskipun demikian, gas elpiji ukuran 12 kg juga tak berkurang peminatnya.  Saat ini konsumsi elpiji 12 kg dan Bright Gas di Kalbar mencapai 19.742 metrik ton, atau sekira 20 persen dari total konsumsi elpiji semua varian. Menurut dia, angka ini tidak banyak berubah, malahan meningkat. Berbeda dengan daerah lain, dimana banyak pelanggan 12 kg yang beralih ke elpiji 3 kg bersubsidi.

Namun, kata Riko, meskipun konsumen bertambah, kompetitor di bisnis agenn elpiji ini juga terus bertambah. “Ada banyak agen yang bersaing dalam mencari pelanggan di Pontianak ini. Kalau tidak salah ada 20-an. Artinya walaupun permintaan secara keseluruhan tinggi, tetapi pasarnya terbagi banyak. Tentu agen harus pandai-pandai dalam mencari pelanggannya,” pungkas dia. (ars)

Berita Terkait