Ketum Kadin Serap Aspirasi Kadin Daerah

Ketum Kadin Serap Aspirasi Kadin Daerah

  Selasa, 24 November 2015 08:43
TANCAP GAS : Edy Ganefo Ketua Kadin Indonesia.

Berita Terkait

JAKARTA -- Usai terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri 2015-2020 lewat Musyawarah Nasional Kadin VIII, di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, 19-21 Oktober 2015, Edy Ganefo langsung tancap gas. Pengusaha asal Palembang, Sumatera Selatan, itu langsung terjun ke daerah untuk melakukan kunjungan kerja dan menyerap aspirasi Kadin daerah. Minggu (22/11), Eddy mengunjungi Kadin Provinsi Kalimantan Barat. "Karena kemarin didaulat teman-teman menjadi Ketua Umum Kadin, saya melakukan kunjungan kerja ke Kadin daerah dan kali ini ke Kalbar," kata Eddy saat dihubungi JPNN dari Jakarta, Minggu (22/11). Eddy pun sempat menghadiri acara yang digelar Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalbar. Eddy menegaskan, kunjungan kerjanya ke Kalbar ini merupakan tindaklanjut dari hasil Munas Kadin. Bertemu Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tyo, Eddy banyak mendengar aspirasi maupun sejumlah permasalahan yang ada di Bumi Khatulistiwa. "Kami membicarakan program dan hambatan, termasuk di dalamnya masalah pertambangan, perumahan, perikanan," ungkap Eddy.

 
Ia menambahkan, Kalbar memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga harus terus dikembangkan. Karenanya, Eddy menegaskan, Kadin akan berupaya bagaimana Kalbar termasuk daerah lainnya di Indonesia menjadi lebih maju. "Utamanya dalam persoalan ekonomi dan pembangunan. Kebijakan pemerintah akan kami dorong untuk lebih mensejahterahkan daerah," ujar Eddy.
Santyoso Tyo menambahkan, pembicaraan tentang masalah ekonomi Kalbar mendapat respon yang baik dari Ketum Kadin. "Saya mendampingi beliau melakukan kunjungan kerja, tentu membahas soal masalah ekonomi di Kalbar," kata Tyo. Menurut dia, diharapkan sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, perikanan, maupun karet ada perbaikan yang signifikan. "Kami berharap Ketum Kadin bisa menyampaikan persoalan ini kepada kementerian terkait di pemerintahan pusat," ungkap Tyo. (Ody)
 

Berita Terkait