Ketua Komisi A DPRD Kebumen Tersangka, Satu Pengusaha Masih Buron

Ketua Komisi A DPRD Kebumen Tersangka, Satu Pengusaha Masih Buron

  Minggu, 16 Oktober 2016 16:17
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Foto: JPNN.Com

Berita Terkait

JAKARTA --  Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Jawa Tengah, Yudi Tri Hartanto dan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kebumen Sigit Widodo sebagai tersangka suap menyuap. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka usai KPK melakukan gelar perkara pascaoperasi tangkap tangan di Kebumen, Sabtu (15/10). "Dari gelar perkara diputuskan menaikkan status ke penyidikan dan menetapkan tersangka yaitu SGW dan YTH," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Minggu (16/10).

Basaria menjelaskan, suap diduga berkaitan dengan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kebumen di APBD Perubahan 2016 Rp 4,8 miliar.

Menurut Basaria, ada pengusaha di Jakarta yakni Direktur PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (Osma) Group Hartoyo m menjalin komunikasi dengan Sigit. Dalam komunikasi itu keduanya sepakat agar Hartoyo mendapatkan proyek yang bersumber dari dana Rp 4,8 miliar itu nantinya. Tentunya dengan imbalan fee.  mereka sepakat fee awalnya 20 persen dari nilai Rp 4,8 miliar. "Tetapi, kesepakatan diterima nantinya adalah Rp 750 juta," kata Basaria.

Ia  menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal saat KPK mengamankan enam orang dalam OTT, Sabtu (15/10) di beberapa lokasi di Kebumen. Selain Yudi dan Sugeng, KPK juga mengamankan Sekda Kebumen Andi Pandowo, anggota DPRD Kebumen Dian Lestari dan Hartono serta seorang swasta Salim. Diduga Salim merupakan kaki tangan Hartoyo. Namun demikian, empat lainnya yang turut ditangkap masih berstatus saksi. "Penyidik meyakinkan dua tersangka dan empat lain sementara masih sebagai saksi," kata Basaria.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 10.30, Sabtu (15/10) penyidik mengamankan Yudi di rumah seorang pengusaha swasta di Kebumen. "Dari tangan yang bersangkutan disita uang Rp 70 juta," kata Basaria. 

Sekitar pukul 11.00, penyidik menangkap Sigit di Dinas Pariwisata Kebumen. Setelah itu, ujar Basaria,  penyidik mengamankan sejumlah lainnya yang diduga mengetahui peristiwa.

Basaria menambahkan, selain Rp 70 juta, penyidik juga menyita buku tabungan serta barang bukti elektronik. "Pemberian ini terkait ijon proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen dalam APBD Perubahan 2016 oleh seorang pengusaha," ungkap Basaria.

Ia menjelaskan, Oktober 2016 DPRD Kabupaten Kebumen sudah menetapkan APBD Perubahan 2016 untuk Dispora Kebumen Rp 4,8 miliar yang ditujukan untuk pengadaan buku, alat peraga dan TIK. "Diduga ada persentase komitmen eksekutif dan DPRD jika anggaran disahkan," katanya.

Atas perbuatannya Yudi dan Sigit dijerat pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Ancamannya minimal penjara empat tahun hingga maksimal seumur hidup denda Rp 1 miliar.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengultimatum agar Hartoyo menyerahkan diri kepada KPK. "Kami berharap beliau secepatnya melaporkan diri ke KPK," tegas Syarif di kesempatan itu.

Saat ini, ujar Syarif, KPK dengan bantuan Polri masih terus mencari keberadaan Hartoyo. "Lebih baik beliau segera menyerahkan diri ke KPK atau ke kantor polisi terdekat," imbau Syarif. (ody)

Berita Terkait