Ketua DPRD Soroti Proyek Pelebaran Jalan

Ketua DPRD Soroti Proyek Pelebaran Jalan

  Sabtu, 30 July 2016 11:02
///BELUM DITIMBUN: Bagian untuk pelebaran jalan di Sungai Mengkuang, Kecamatan Sukadana, belum ditimbun, sehingga dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan pengendara. DANANG PRASETYO/ PONTIANAK POST///

SUKADANA – Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara M Sukardi mengharapkan agar pengerjaan pelebaran jalan di Jalan Sungai Mengkuang, Kecamatan Sukadana, dapat segera dituntaskan oleh pihak pelaksana. Pasalnya pelebaran jalan yang telah dikeruk tersebut, dilihat dia, belum juga dilakukan penimbunan, sehingga dapat membahayakan bagi pengendara.

“Pekerjaan ini kan diburu waktu, tapi kita tidak ingin juga pekerjaan ini mengganggu pengguna jalan lainnya. Terus saluran-saluran yang mereka buat sepanjang jalan itu kan seharusnya dapat segera dikerjakan. Sepertinya terkesan dibiarkan, sehingga  dapat menimbulkan potensi keselamatan pengguna jalan. Baik itu mobil ataupun sepeda motor,” tutur Sukardi.

Terkait hal ini, beberapa waktu lalu pihaknya pun mengelar rapat bersama pihak SKPD terkait. DPRD juga menyampaikan keluhan masyarakat, di mana keluhan tersebut, menurut dia, diungkapkan, satu di antara anggota DPRD, Burhan, yang tinggal di sekitaran Pantai Pulau Datok.

“Kepala dinas yang kita undang, kita sampaikan juga kalau ada keluhan dari yang tinggal tinggal di pantai (Burhan, Red), menyampaikan keluhannya, karena pekerjaan sarana untuk persiapan Sail ini, sedikit banyak cukup mengganggu. Dan dikawatirkan masalah keamanan lingkungan bagi pengguna jalan. Seperti hasil kerukan untuk pelebaran tersebut ada yang belum di timbun,” kata Ketua DPRD.

Sukardi juga mengharapkan kepada pelaksana kegiatan untuk dapat bekerja pada malam hari. Karena, dia khawatir, jika hanya fokus pada siang hari, pekerjaan tersebut menjadi lamban. Aktivitas jalan yang cukup ramai pada siang hari dan adanya pekerjaan pembangunan di ruas jalan tersebut, menurut dia, akan sedikit menghambat pekerjaan. Sedangkan pada malam hari, dia memastikan jika pengguna jalan sangat sedikit.

“Untuk yang sudah digali, dapat cepat ditutup. Ini kan berpacu dengan waktu, dan kalau bisa bekerja lembur malam, karena malam kan pengguna jalan tidak ramai, jika dibanding siang hari,” tukasnya.

Sementara itu, dirinya menyarakan untuk sementara, salah satu lokasi jalan masuk ke Pantai Pulau Datuk dapat ditutup sementara waktu. Mengingat aktivitas bongkar muat material di sana, menurut dia, cukup sibuk, sehingga juga dapat membahayakan pengunjung saat melintas.

Terpisah, salah satu warga Sukadana, Dini, mengakui bahwa untuk galian pelebaran jalan yang terdapat di Jalan Sungai Mengkuang tersebut, memang sudah lama. Sejak lebaran sampi saat ini, diakui dia, juga belum dilakukan penimbunan.  Hal ini tentunya, menurut dia, secara tidak langusng dapat membahayakan bagi pengendara.

“Jalan itu digali sudah lama, dari sebelum lebaran kemarin. Dan saat ini belum ditutup juga. Tapi saya lihat sudah ada yang bekerja lagi, tapi material pasirnya memakan setengah dari badan jalan. Dan saya harapkan untuk pengerjaan jalan itu dapat diselesaikan segera mugkin, mengingat daerah tersebut juga banyak terdapat perumahan warga,” tandasnya. (dan)