Ketika Suami Terjerat Kasus

Ketika Suami Terjerat Kasus

  Sabtu, 30 January 2016 08:43

Berita Terkait

Ketegaran mental sangat dibutuhkan ketika mengetahui suami terjerat kasus. Kecemasan tentu saja dirasakan, tetapi mau tidak mau seorang istri harus berdiri tegak agar bisa berjuang untuk kesejahteraan keluarganya. Oleh : Marsita Riandini

Banyak yang percaya bahwa hidup seperti roda yang berputar. Hari ini mungkin seseorang berada di atas, besok lusa mungkin sudah merosot jauh ke bawah. Demikian pula dalam rumah tangga. Ada berbagai persoalan yang dihadapi. Termasuk ketika mengetahui suami terjerat kasus yang mau tidak mau harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Istri mana yang tidak akan syok jika mengetahui suaminya terlibat kasus. Beragam respon pun terjadi. Ada yang mungkin tidak percaya, ada yang merasa itu tipu daya, tetapi banyak pula yang memilih pasrah. Lantas apa itu saja cukup?

Menjawab hal ini, Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi., Ch.t., Psikolog, mengatakan bahwa mengetahui suami terjerat kasus, banyak istri yang tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka dihadapkan pada dua pilihan, memilih bertahan atau berpisah. Sebab kata dia, setiap pilihan tentu ada konsekuensinya. Ketika dia memilih bertahan, maka dia harus siap menjalani kehidupan tanpa suami. Begitupun ketika memilih berpisah pun, dia harus bisa tegar menjadi seorang single parent.

Ketegaran mental sangat dibutuhkan ketika menghadapi situasi seperti ini. “Ketika suami terjerat kasus bahkan sampai di penjara, istri tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi mereka harus lebih survive. Apalagi jika dia sudah memiliki anak,” ucap Psikolog Klinis di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie ini.

Bagi istri yang bekerja, lanjutnya mungkin beban ekonomi yang dirasakan tidak begitu besar. Dia masih bisa menopang hidup keluarganya dari hasil jerih payahnya. Namun akan sangat sulit bagi istri yang tidak bekerja. “Kondisinya akan semakin sulit dirasakan bagi istri yang memiliki karakter manja, ingin diperhatikan. Mau tidak mau dia harus terbiasa tanpa suami. Kalau tidak, dia akan stress,” ujarnya.

Berada pada situasi tersebut, tentu tidak mudah. Termasuk memilih untuk berpisah saja. “Ini juga bergantung kasusnya seperti apa. Kasus khan banyak, ada kasus pembunuhan, penipuan, atau korupsi. Soal apakah pilih bercerai atau bertahan, balik lagi dengan konsep mereka tentang pernikahan itu sendiri. Ada pertimbangan yang harus dipikirkan. Selain anak, juga pertimbangan agama,” ucap dia.

Namun, pahami juga kenapa suami sampai melakukan korupsi. Kadang kala tuntutan gaya hidup membuat orang berbuat diluar batas. “Inilah pentingnya peran suami istri. Harus saling mengingatkan. Segala hal harus memikirkan masa depan keluarga,” pungkasnya. **

Berita Terkait