Ketika Rekan Kerja Meremehkan

Ketika Rekan Kerja Meremehkan

  Selasa, 24 November 2015 09:00

Berita Terkait

Merasa diremehkan orang lain tentu bukanlah keinginan semua orang, termasuk rekan kerja. Namun sikap mereka tentu memiliki latar belakang. Artinya, perlu memahami alasan mengapa mereka meremehkan Anda. Boleh jadi pemicunya memang ada dalam diri sendiri. Oleh : Marsita Riandini

Ketika seseorang masuk dalam dunia kerja, maka ada berbagai tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah karakter rekan kerja yang beragam.  Beragamnya karakter tersebut, dapat memicu konflik yang berkepanjangan bila tidak bisa menyikapinya secara bijak.
Salah satu konflik yang terjadi dalam pekerjaan adalah ketika rekan kerja meremehkan. Setiap orang mendambakan pengakuan orang lain atas keberadaan dirinya. Wajar jika merasa tidak nyaman ketika diremehkan oleh orang lain. Apalagi jika sikap tersebut ditunjukkan secara terang-terangan.
Jika tidak mampu menghadapinya, banyak orang yang kemudian tidak mampu mengembangkan karirnya, bahkan memilih mundur dari pekerjaannya. Demikian yang disampaikan oleh Dra. Fauziah, M. Pd kepada For Her. “Sikap meremehkan orang lain ini sebenarnya ada pada setiap orang. Namun ada yang bisa mengendalikannya, ada pula yang tidak,” terang Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam IAIN Pontianak ini.

Meremehkan dan diremehkan ini, lanjut Fauziah bukan hal baru dalam dunia kerja. Banyak orang yang merasakan hal ini, terutama ketika mulai bekerja. “Pada awal-awal ini yang lebih sulit, apalagi jika dia bekerja secara team. Beragam persoalan bermunculan. Tetapi kalau dia mampu membangun chemistry, maka biasanya ini tidak berlangsung lama,” papar alumni Universitas Pendidikan Indonesia Bandung ini.
Hal tersebut kata dia karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Kali pertama berjumpa tentu satu sama lain masih merasa asing. Anda tidak tahu keinginan dia apa, begitu pula sebaliknya, dia tidak tahu keinginan Anda. “ Satu sama lain tidak saling memahami, itu yang kemudian dapat memunculkan konflik,” ucapnya.
Beragam alasan kenapa seseorang bisa meremehkan orang lain. Bisa karena memang dia merasa kemampuan orang tersebut tidak sesuai dengan pekerjaan yang digeluti, bisa pula karena dia merasa akan ada pesaing nantinya. “Alasannya jelas beragam ya, ada yang memang merasa kemampuan seseorang itu tidak sesuai. Kalau alasannya ini bergantung tipe orangnya lagi. Kalau dia tipe orang yang mau membimbing, biasanya kalau diminta dia mau mengarahkan. Jadi tidak perlu malu bertanya kepada dia, apa yang harus diperbaiki, sehingga tidak langsung memunculkan konflik dengannya,” ucap dia.
 Tetapi lain halnya kalau dia merasa Anda akan menjadi pesaingnya. Apalagi hal itu diperkuat dengan kekhawatiran perkembangan karir dia.  “Kalau dia merasa Anda pesaingnya, karir dia akan terancam. Maka ini bisa menjadi salah satu alasan kenapa dia meremehkan. Pada sikap demikian harus lebih hati-hati. Jangan terpancing emosi sehingga membuat Anda menjadi tidak betah bekerja,” sarannya.
Biasanya, sikap meremehkan ini ditunjukkan secara terang-terangan, tetapi ada pula yang tidak. Tentu saja cara menyikapi keduanya sangat beragam. Jika secara terang-terangan, Anda bisa menanyakan secara langsung bagaimana yang terbaik menurut dia, atau meminta saran kepadanya. “Sementara kalau dia tidak menunjukkan secara langsung, ini yang agak sulit. Tetapi bukan berarti harus menjauhi mereka. Cobalah membangun kedekatan yang baik, tanpa harus memusuhi.  Siapa tahu cara ini membuat dia mampu menghargai pekerjaan yang Anda lakukan,” ulas dia.
Hal terbaik menyikapinya adalah menunjukkan kualitas diri yang Anda miliki. Tentu saja cara menunjukkan kualitas diri ini bukan bersikap sombong, melainkan dengan hasil pekerjaan. “Biasanya orang meremehkan seseorang karena dia belum mengetahui kemampuan yang orang tersebut miliki. Makanya cobalah untuk bekerja maksimal dan menunjukkan hasil pekerjaan yang bagus,” jelas wanita yang sedang menempuh S3 di Malang ini.
Ada baiknya merefleksi diri, boleh jadi memang kinerja Anda belum maksimal sehingga rekan kerja pun meremehkan. “Refleksi diri itu penting. Baik itu dari sisi cara pandang kita, penampilan kita, maupun cara kerja kita,” pungkasnya.  **

 

Berita Terkait