Ketika Orangtua Menginap di Rumah

Ketika Orangtua Menginap di Rumah

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:34

Berita Terkait

Setiap pasangan suami istri seringkali ingin hidup mandiri dan terpisah dari orangtua maupun mertuanya. Ketika para orangtua berkunjung, setiap pasangan memiliki perasaan dan tanggapan yang berbeda-beda. Ada yang merasa bahagia terutama ketika orangtua menginap. Tetapi ada pula yang merasa terganggu dan tak nyaman. 

Oleh: Marsita Riandini

Setelah menikah, Nurmala tinggal di rumah mertuanya. Kemudian ia memilih pindah dan mengontrak rumah bersama keluarga kecilnya. Hingga akhirnya ia memiliki rumah sendiri. 

“Ketika berumah tangga dan punya rumah sendiri itu  lebih senang,” kata Nurmala.

Nurmala memilih hidup terpisah dari orangtua maupun mertua karena ingin mandiri. “Orang tidak tahu suka dukanya dalam rumah tangga kami. Mau makan enak atau seadanya kami yang tahu. Saya sendiri sudah alami, dari ngontrak sampai punya rumah sendiri,” ujar ibu tiga anak ini. 

Kendati demikian, selalu ada rasa rindu terhadap orangtua dan mertua di hati Nurmala. Sesekali ia mengajak para orangtuanya berkunjung dan menginap di rumahnya. “Rasanya senang kalau orangtua ataupun mertua datang ke rumah. Suasananya jadi ramai,” kata perempuan berusia 25 tahun ini. 

Berbeda dengan Nurmala, sebut saja Mia, merasa kurang senang ketika mertuanya datang dan menginap. “Sebab di mata mertua saya, selalu ada saja salahnya saya,” kata Mia.

Sang mertua pernah menginap di rumah Mia dalam waktu cukup lama. Selama berada mertua di rumahnya, Mia merasa terganggu. Beberapa kali mertuanya merecoki urusan rumah tangganya.

“Tetapi selama beliau berada di rumah, ya tetap saya layani seperti orangtua saya sendiri. Memang kadang ada rasa kesal juga, kalau beliau sudah ngomong macam-macam,” tuturnya. 

Sebenarnya, bagaimana jika orangtua atau mertua datang bermalam ke rumah Anda?

Dr. Fitri Sukmawati, M. Psi, Psikolog mengatakan ketika orang datang ke rumah, dia adalah tamu. Ketika seorang tamu yang bertandang ke rumah, dia membukakan pintu rezeki bagi si pemilik rumah. Hendaknya dilayani dengan baik dan menghormati tamu. Apalagi jika yang datang berkunjung adalah orangtua ataupun mertua, sebagai anak harus melayani dengan maksimal. 

“Sebenarnya tak ada beda orangtua dan mertua. Hanya istilah penyebutannya saja. Walaupun bukan orangtua biologis, melayani mertua dan orangtua sama saja ketika mereka datang ke rumah kita. Layanilah semampu kita, semaksimal sesuai dengan kondisi kita sebagai anak, dan tidak membeda-bedakan orangtua maupun mertua,” ucap Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Kalbar ini. 

Kondisi jarak rumah juga mempengaruhi kuantitas kunjungan orangtua ke rumah. Jika jaraknya dekat, mereka kerap datang mengunjungi. Apalagi jika sering membuat acara dan sebagainya, kunjungan tersebut menjadi lebih sering lagi. 

Ketika orangtua datang dari jauh misalnya dari kampung, tentu saja melayaninya harus sepenuh hati. Usahakan orangtua merasa nyaman menginap di rumah dan mereka benar-benar mengobati rasa rindunya terhadap anak dan cucu. 

Fitri mengingatkan hidup terpisah dari orang tua, tak lantas membuat anak merasa lebih baik atau lebih bahagia. Ada beragam alasan anak memilih pindah. Selain ingin belajar berumah tangga dan menghindari intervensi dari orang tua,  pertimbangan pola asuh juga menjadi alasan. 

“Bukan berarti tinggal dengan orangtua tidak bagus. Hanya saja manfaatnya lebih banyak, bisa belajar berumah tangga, menghindari intervensi sebab kadang orangtua suka memberikan pendapat-pendapatnya, termasuk pula kadang pola asuh terhadap anak. Sering kali ketika kakek neneknya mencampuri urusan pola asuh kepada anak kita, malah kurang tepat,” jelas Dosen IAIN Pontianak ini. 

Meskipun demikian tetap pertimbangkan kondisi orangtua. Jika orang tua sehat, masih kuat, silahkan saja. Tetapi kalau orang tua sudah tua, apalagi salah satunya sudah meninggal, sebaiknya anak tetap menjaga orangtua. “Kalau bukan anak siapa lagi. Inilah bentuk pengabdian anak kepada orangtua,” pungkasnya. **

--------------------------

Lakukan Ini Saat Ortu Datang

Melayani orang tua tak harus berlebihan karena orangtua tentu memahami kondisi anaknya. Psikolog Fitri Sukmawati  memberikan saran mengenai beberapa hal yang bisa dilakukan ketika orangtua menginap di rumah Anda :

*Siapkan makanan & minuman
Ketika orangtua datang ke rumah, mereka tidaklah menginginkan hal yang muluk-muluk dari anaknya. Tetapi sebagai anak, tentulah memberikan layanan terbaik. Apalagi jika orang tua jarang datang berkunjung karena jarak yang jauh. Sediakan makanan dan minuman. Tak perlu yang mahal-mahal, terpenting orang tua senang menikmatinya. Pertimbangkan pula makanan yang tidak boleh dimakan orang tua. 

*Mengajak jalan
Ajaklah orangtua jalan-jalan, menikmati makan malam di luar dan sebagainya. Ini akan membangun kedekatan dan mengobati kerinduan keluarga. Juga mendekatkan anak dan kakek neneknya. 

*Siapkan tempat tidur yang nyaman
Buatlah suasana tempat tidur orangtua nyaman dan bersih. Sebab kadang kala ada orangtua yang tidak terbiasa tidur di tempat lain selain di rumahnya, termasuk pula di rumah anaknya. 

*Mendengarkan cerita
Anak harus memahami kenapa orangtua datang berkunjung. Ada pula orang tua yang ingin bercerita banyak kepada anaknya. Dengarkanlah ceritanya, sehingga orangtua merasa ada tempatnya untuk berbagi. 

*Kendalikan masalah
Pertengkaran dengan pasangan tak bisa dielakkan dalam rumah tangga. Ada saja masalah yang kerap datang. Meski demikian Anda tak harus selalu menunjukkan itu kepada orangtua. Bila merasa orangtua tak harus tahu, tak ada salahnya menyembunyikan masalah. Tetapi jika memang harus berbagi cerita, berceritalah kepadanya untuk mendapatkan solusi. Walau bagaimana pun, orangtua juga penasehat yang baik untuk rumah tangga anaknya. (mrd)
 

Berita Terkait