Ketika Musisi Ketapang Galang Dana untuk Korban Banjir

Ketika Musisi Ketapang Galang Dana untuk Korban Banjir

  Minggu, 10 September 2017 08:00
GALANG DANA: Musisi Ketapang saat menggelar konser mini penggalangan dana untuk korban banjir pada Jumat (8/9) malam. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sampaikan Ajakan Lestarikan Hutan Lewat Lagu

Menatap rimba yang dulu perkasa. Kini tinggal cerita pengantar lelap Si Buyung. Bencana erosi selalu datang menghantui. Tanah kering kerontang. Banjir datang itu pasti. Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi. Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia. Lestarikan hutan hanya celoteh belaka.

Itulah sepenggal lirik lagu Isi Rimba ciptaan Iwan Fals yang dinyanyikan musisi Ketapang pada malam amal penggalangan dana untuk korban banjir di Ketapang.

AHMAD SOFI, Ketapang

BELASAN musisi Ketapang menggelar malam amal penggelangan dana untuk korban banjir di Kecamatan Tumbang Titi dan Jelai Hulu pada Jumat (8/9) malam, di Kafe Oxxy Jalan DI Panjaitan Ketapang. Penggalangan dana yang dikemas melalui konser musik mini tersebut, berhasil menarik perhatian warga. Selain menggalang dana, konser musik ini juga menyampaikan pesan ajakan untuk menjaga dan melestarikan hutan.

Salah satu musisi Ketapang, Dayat, mengatakan, banjir yang melanda dua kecamatan di Ketapang telah meninggalkan banyak duka. Banyak warga yang kehilangan harta benda dan rumah yang rusak. Keprihatinan inilah yang membuat sejumlah musisi di Ketapang menggalang dana melalui konser musik Malam Peduli Kemanusian.

Konser musik yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB ini berhasil menarik perhatian puluhan warga Ketapang. Mereka pun tak segan menyisihkan sebagian rizki mereka untuk disumbangkan kepada korban banjir. "Melalui konser ini kita menggalang dan untuk korban banjir. Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada korban banjir," katanya.

Dayat menjelaskan, ide penggalangan dana ini secara spontan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Ketapang. Bahkan, untuk peralatan seperti tempat, alat musik, hingga sound system merupakan sumbangsih dari pemilik kafe yang membantu. Dari konser amal ini panitia berhasil mengumpulkan dana Rp1.300.000.

Sementara itu, Dodonk yang juga merupakan musisi Ketapang mengatakan, masyarakat yang terkena dampak banjir tentu sangat membutuhkan bantuan. "Selain pengumpulan dana, kami juga menghibur pengunjung maupun para musisi yang hadir," katanya.

Selain menggalang dan, para musisi juga mengampanyekan pelestarian hutan dan lingkungan. Pesan-pesan itu disampaikan melalui bait-bait dan lirik lagu. Salah satunya lagu Isi Rimba milik Iwan Fals. "Kami mengajak kepada semua masyarakat dan seluruh komponen untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan. Bukan hanya kampanye, tapi aksi nyata," pesannya.

Dana yang terkumpul masih disimpan oleh panitia penggalangan dana. Bagi masyarakat yang ingin membantu korban banjir juga bisa langsung menhubungi panitia. "Penggalangan dana terus dilakukan, karena masih banyak korban yang membutuhkan bantuan," ujarnya. (*)

Berita Terkait