Ketika Memilih sebagai Penulis Buku

Ketika Memilih sebagai Penulis Buku

  Senin, 8 Agustus 2016 09:41

Berita Terkait

Banyak yang memilih menjadi karyawan maupun pegawai negeri sebagai pekerjaannya. Tetapi, ada pula yang lebih senang bekerja tanpa terikat aturan suatu perusahaan ataupun institusi. Seperti penulis, yang bisa dilakukan di rumah atau di mana pun tempat yang asyik untuk mencari inspirasi. 

Oleh: Marsita Riandini

Buku menjadi gudang inspirasi banyak orang. Melalui buku, orang bisa belajar banyak tentang kehidupan. Apalagi saat ini banyak buku-buku yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Alasan-alasan tersebut yang menjadi pertimbangan bagi Priska Devina Denelle menjadi penulis.

Awalnya, Priska menjalani pekerja sebagai programmer. Ia juga pernah mencoba menjadi marketing, usaha penjualan proyektor, hingga bekerja di perusahaan IT. Terakhir, ia harus berhenti dari pekerjaannya di perusahaan IT karena merawat ibunya yang sedang sakit.

“Saat ini saya masih bekerja sebagai agen asuransi,” kata Priska ketika berkunjung ke Graha Pena Pontianak Post, Sabtu (6/8).

Selain sebagai agen asuransi, Priska juga membangun karier sebagai penulis. Menulis dan menerbitkannya buku sudah dilakukan Priska sejak beberapa tahun belakangan ini. Kendati demikian, menulis bukan hal asing baginya. Perempuan kelahiran Singkawang ini terbiasa menulis sejak kecil. 

“Awalnya saya mulai serius menulis itu ketika saya bekerja sebagai agen asuransi. Saya sering ikut seminar terkait keuangan. Karena saya harus membagikan ilmu saya kepada karyawan lain, jadi saya pun menuliskan apa yang saya dengar melalui handphone. Kemudian saya broadcast ke banyak orang. Eh, ternyata responnya positif,” jelas Priska.

Buku pertama yang ditulis Priska mengenai parenting. Buku ini bercerita tentang kisah nyata antara dia dan putrinya. Gaya bahasanya mudah dicerna dan menginspirasi. Melalui buku yang berjudul Anakku Matahariku itu, dia berbagi cerita mengenai hari-harinya bersama anak semata wayangnya itu. Terutama tantangan orangtua dalam mendidik buah hatinya. 

“Seseorang itu menjadi hari ini karena didikan masa kecilnya. Kalau ingin anaknya kelak dewasa menjadi anak yang toleransi, maka bentuklah dari masa kecilnya. Saya juga menuliskan bagaimana jatuh bangunnya saya dalam mendidik buah hati,” ungkap Priska, yang juga pernah belajar mengenai hipnoterapi dan parenting ini.  

Buku pertamanya sukses. Priska kembali menulis buku. Kali ini dia tak seorang diri, melainkan menulis bersama 99 motivator lainnya melalui buku The Mindset of 100 Successfull Billionaires pada 2016. 

Bagi Priska, semua pengalaman dirinya maupun orang lain bisa menjadi inspirasi dalam menulis. Seperti pengalaman-pengalaman ibu menyusui, Priska turut serta pula menuliskannya bersama ibu-ibu dari Komunitas MIIS (Menjadi Ibu Itu Seru). Buku yang berjudul Menyusui Itu Seru berisi kisah nyata dari 34 ibu dalam berjuang memberikan ASI pada bayi mereka. 

“Tujuan dari buku ini untuk memotivasi dan mendukung para ibu muda dalam masa-masa sulit menyusui anak,” ungkap Priska. 

Tantangan dalam menulis buku berbeda-beda antara buku yang satu dengan lainnya. Tetapi baginya meskipun sudah ada buku online, tetapi buku yang dicetak tetap tak tergantikan. 

“Saya sendiri lebih suka beli buku. Dalam sebulan ada saja buku yang dibeli. Saya lebih tertarik membaca buku dalam bentuk cetakan, dibanding online. Ada sensasi yang berbeda,” jelasnya.

Priska merasa senang menjadi penulis. Bisa memotivasi banyak orang menjadi kebahagian tersendiri baginya. Dengan menulis, dia bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang terutama yang berdasar dari pengalaman pribadi. 

“Banyak orang yang senang membaca. Tentunya ada hal positif yang ingin mereka dapatkan,” ujar perempuan yang hobi membaca buku ini.

Melalui tulisan, lanjut Priska, orang bisa mencapai kesuksesan terutama kesuksesan diri sendiri dalam menjalani kehidupan. 

“Saya berharap melalui buku yang saya tulis, orang bisa belajar banyak. Kenapa saya lebih senang menulis berdasarkan pengalaman, karena orang kebanyakan lebih suka yang praktek. Jadi bisa lakukan di rumah,” tutur lulusan Teknik Informatika Komputer ini. **

Berita Terkait