Ketika Harus Turun Jabatan

Ketika Harus Turun Jabatan

  Senin, 22 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

Tak mudah bagi sebagian orang untuk menerima kenyataan bahwa dia harus turun jabatan. Hal itu pasti sangat melukai perasaan. Apalagi jika posisi yang diraih sebelumnya cukup tinggi. Tetapi kondisi ini harus diterima dengan besar hati, walaupun sulit untuk melakukan penyesuaian. 

Oleh : Marsita Riandini

Skenario kehidupan tak selalu sejalan dengan yang diharapkan. Seringkali ada kejutan tak terduga, yang boleh jadi membuat seseorang merasa kehilangan semangat dalam diri. Termasuk dalam hal pekerjaan. Dalam perkembangannya, suatu perusahaan bisa mengalami kemajuan maupun kemunduran. Struktur organisasinya pun akan menyesuaikan dengan perubahan ini. 

Perubahan struktur bisa saja membawa perubahan ke jenjang karier yang lebih tinggi. Umumnya semakin lama bekerja di suatu tempat, kesempatan untuk berada di posisi yang lebih tinggi akan semakin besar. Tapi bagaimana bila hal tersebut tak berlaku, bahkan sebaliknya membawa ke jenjang yang lebih rendah alias turun jabatan?

Romi Arif Rianto, S. Psi, Psikolog mengatakan dalam dunia kerja selalu ada kemungkinan untuk turun jabatan. Beragam faktor penyebabnya. Bisa dari pribadi individu itu sendiri, ada kepentingan politik di dalamnya, ataupun situasi perusahaan tempat Anda bekerja. 

“Kalau pribadi individu itu bisa saja karena kualitas kerjanya yang menurun, atau memang ada masalah di tempat kerja yang mengorbankan posisinya,” ungkap salah satu Owner Persona Consulting di Jalan Dr. Wahidin ini. 

Jika ada kepentingan di dalamnya, bisa saja ada orang yang memang menginginkan posisi tersebut, kemudian bermain di dalamnya sehingga posisi yang seharusnya diduduki oleh si A, digantikan oleh si B. 

Ketika harus turun jabatan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri. Mencari tahu apa penyebab Anda mengalami penurunan jabatan. 

“Evaluasi diri kenapa itu terjadi, sehingga ke depannya bisa memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” saran Romi. 

Tidak mudah memang, terlebih jika tidak memiliki kesiapan mental untuk menerima kenyataan.

“Respon dari tiap orang beragam. Ada yang merasa bertanya-tanya apa kesalahan dia, ada pula yang tidak terima dan malah marah-marah bahkan mengamuk. Ini tergantung cara pandang seseorang,” ungkapnya. 

Pengaruhnya cukup besar dalam perubahan hidup seseorang, terutama dalam dunia kerja. Dari yang tadinya atasannya, menjadi setara jabatannya, atau malah teman menempati posisi tersebut, sehingga Anda menjadi bawahannya. 

“Tentu ada kecanggungan yang dirasakan. Ada rasa sungkan jadinya,” ucapnya. 

Kehilangan motivasi kerja juga bisa dialami seseorang yang turun jabatan. Dia menjadi malas-malasan dalam bekerja. Akhirnya sosialisasi dengan lingkungan kerja pun menjadi buruk. Kualitas kerja pun menjadi menurun. 

Perubahan gaya hidup juga bisa terjadi. Seseorang yang turun jabatan,  harus siap kehilangan fasilitas yang selama ini ia dapatkan. Belum lagi penyesuaian pendapatan. Tadinya gajinya besar, malah jadi berkurang. 

“Dia harus bisa menyesuaikan dengan kondisinya,” pungkasnya. ** 

 

Berita Terkait