Keterlibatan Bersama, Dukung Pengentasan Filaria

Keterlibatan Bersama, Dukung Pengentasan Filaria

  Selasa, 15 December 2015 07:25
DIABADIKAN BERSAMA: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Berli Hamdani berfoto bersama perwakilan camat dan kader kesehatan POPM filaria Sungai Ambawang, di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang, kemarin. ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUNGAI AMBAWANG –  Kepala Puskesmas Sungai Ambawang, Retno Hartono, menyatakan hingga Desember ini baru terdapat satu kasus kaki gajah yang terjadi di Kecamatan Sungai Ambawang. “Satu kasus kaki gajah itu kami temukan di Desa Durian, dan saya harap  kasus  kaki gajah ini tidak semakin meningkat di Sungai Ambawang,” kata Retno di sela-sela pelatihan kader kesehatan POPM filaria di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang, Senin (14/12). 

Agar  kasus tersebut tidak  semakin meningkat, Retno berharap ada kerja sama yang baik antara pemeritah melalui dinas terkait, untuk mengatasi persoalan tersebut. “Melalui pelatihan kader kesehatan filaria pemberian obat pencegahan massal (POPM) filaria ini, secara tak langsung membantu kerja tenaga kesehatan di lapangan, untuk mengatasi persoalan kasus filaria di Kecamatan Sungai Ambawang,” ucapnya.

Sama seperti dengan sejumlah kecamatan sebelumnya, sejak 14 hingga 15 Desember, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan PT Pertamina Persero dan PT Ikisang Gayuh Wicaksana, kembali menggelar pelatihan kader kesehatan POPM, yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang. Camat Sungai Ambawang, M Jaini, sangat mendukung kegiatan pelatihan tersebut. Dengan pelatihan seperti ini, dia yakin, secara tak langsung bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama dalam mengatasi kasus kaki gajah di Kubu Raya terutama di Sungai Ambawang. “Saya berharap pelatihan serupa bisa dilakukan secara berkesinambungan, sehingga pemahaman masyarakat tentang apa itu penyakit kaki gajah atau filaria bisa meningkat, bahkan masyarakat bisa semakin tahu bagaimana cara untuk mengatasi penyakit tersebut,” kata Jaini.

Secara terpisah, kepala Dinkes Kabupaten Kubu Raya, Berli Hamdani, menyatakan hingga Oktober 2015, mereka mencatat terdapat sekitar 56 kasus kaki gajah yang tersebar hampir di setiap kecamatan di kabupaten ini. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Berli mengungkapkan hingga saat ini mereka terus gencar memberikan penyuluhan, termasuk memberikan obat pencegahan massal bagi masyarakat di kabupaten tersebut.

Berli menyayangkan jika selama  ini kader kesehatan lebih sering menjadi pelaksana kegiatan, bukan pengelola. Pengelola, menurut dia, bukan hanya melaksanakan kegiatan, namun juga merencanakan kegiatan dan mengaturnya. “Ke depan saya berharap sebaiknya kader kesehatan mampu menjadi pengelola program-program kesehatan di wilayahnya. Karena merekalah yang paling memahami kondisi kebutuhan wilayahnya,” ucapnya.

Dengan pelatihan seperti ini, para kader kesehatan POPM ditargetkan dia, bisa meningkatkan sekitar 85 persen kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi obat pencegahan massal filaria. “Saya optimistis jika semua masyarakat, terutama  yang daerah tempat tinggalnya endemik kaki gajah, bisa rutin minum obat pecegahan massal, sekali dalam setahun, dan dilakukan selama lima tahun berturut-turut, maka kasus filaria akan bisa ditekan secara optimal di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

 

 

Berita Terkait