Ketegaran Orang tua, Semangat Bagi Anak

Ketegaran Orang tua, Semangat Bagi Anak

  Minggu, 13 December 2015 06:59

Berita Terkait

ORANG tua mana yang tak sedih hatinya bila mendapatkan anaknya menderita penyakit kanker. Apalagi masyakat masih belum banyak memahami tindakan apa yang harus dilakukan ketika anak, ataupun saudara terkena kanker.

Pinta Manullang-Panggabean, Ketua Yayasan Anyo Indonesia atau dikenal dengan Rumah Anyo ini sering menemukan banyak orang tua, terutama ibunya yang harus berjuang demi kesembuhan anaknya.  “Tak sedikit orang tua yang saya lihat berada pada titik kesedihan mendalam. Sebelum datang ke Rumah Anyo, mereka merasa paling malang. Orang tua mana yang tidak panik. Batuk pilek saja sudah panik apalagi penyakit kanker,” ucapnya. Rumah Anyo sendiri merupakan rumah yang didirikannya untuk menampung sejumlah pasien dengan seorang pendamping. Untuk tinggal disana, hanya dibebani biaya administrasi Rp 5 ribu per hari per keluarga. Namun untuk keluarga yang tidak mampu dibebaskan dari biaya tersebut.

Demi kesembuhan anaknya, orang tua terutama sang ibu  harus berusaha tegar. Kalau orang tuanya sedih, tentu anaknya juga ikutan sedih. “Ketika mereka bertemu para orang tua yang anak-anaknya juga menyandang kanker di Rumah Anyo, mereka ini saling menyemangati. Semangat itu memang penting. Jangan runtuh, apalagi putus asa,” ujarnya yang ditemui For Her disela-sela Seminar Sehari Penyakit Tidak Menular Dinkes Kalbar di Hotel Santika Pontianak, belum lama ini.

Orang tua memang tidak tahu sampai kapan mereka harus berjuang demi kesembuhan anaknya. Ada istilahnya lelah tak berujung. Tetapi orang tua perlu menghargai setiap proses yang dijalani. Belum lagi kata dia, ada dilema yang dirasakan. Mereka harus berjuang untuk pengobatan anaknya, disisi lain ada anak lainnya yang juga butuh perhatian. Kadang mereka harus membangun strategi agar semuanya bisa teratasi. “Si ayah yang menjaga anak mereka yang lain,  dan bekerja. Sementara ibunya yang menunggu anaknya di rumah sakit,” jelasnya.

Itulah sebabnya, kata Pinta, ketika mengetahui ada anak yang mengalami hal tersebut, maka dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Bukan hanya dukungan dana tetapi juga semangat, baik dari lingkungan kerja, sekolah, keluarga, hingga masyarakat. “Kalau anaknya sekolah, maka dia mau tidak mau sering bolos. Belum lagi orang tuanya, mau tidak mau harus bolos kerja. Bahkan ada yang terpaksa berhenti bekerja,” paparnya.

Kanker bukanlah penyakit yang menular. Tetapi sering dijumpai anak penyandang kanker ini dijauhi. Ini karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang tepat. Padahal sebaliknya, masyarakat harus menguatkan orangtua mereka agar berjuang demi kesembuhan anaknya. “Kanker tidak menular, malah sebenarnya daya tahan tubuh mereka yang lemah. Jika orang sekitar terkena flu atau batuk, itu yang bisa menularkan kepada dia,” tandasnya. (mrd)

 

Berita Terkait