Ketahanan Pangan Harus Dijaga, Pengaruhi Inflasi

Ketahanan Pangan Harus Dijaga, Pengaruhi Inflasi

  Senin, 7 December 2015 08:21
gambar dari Internet

Berita Terkait

PONTIANAK – Bank Indonesia menggelar kajian terhadap rasionalitas pasar dan inflasi di Kalimantan Barat. Ketahanan pangan menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menelurkan inflasi. Peneliti BI, Rimawan Pradiptyo mengatakan BI dan Pemda perlu memiliki strategi untuk mendorong suplai pangan yang lebih stabil. Pasalnya masalah ketahanan pangan sangat cepat dapat merembet ke sektor lain.
“Harus ada perhatian terhadap sektor pangan ini. Harus lebih stabil lagi karena sangat berpengaruh terhadap angka inflasi secara kesuluruhan. Bahkan suplai pangan memiliki kontribusi yang lebih signifikan dibandingkan perubahan suku bunga, nilai tukar dan gaji PNS,” ujarnya, kemarin.Faktor pembentuk inflasi yang paling berpengaruh lainnya adalah bahan bakar minyak dan listrik. Untuk BBM, saat ini BI dan Pemda harus menyadari bahwa elastisitas antara kenaikan harga BBM dan penurunan harga BBM berbeda. Sehingga sewaktu-waktu, harga BBM bisa berubah lantaran kebijakan pemerintah yang mengalihkan subsidi BBM ke sektor lain yang dianggap lebih produktif dan menyentuh masyarakat menengah ke bawah.
“Investigasi lebih detail terkait elastisitas dari tiap sektor dan tiap komioditas akan menjadi informasi yang sangat berharga bagi BI dan Pemda dalam menyusun strategi penanggulangan inflasi. Sehingga sumber daya bisa difokuskan pada komoditas sektor terentu apabila terjadi perubahan harga BB,” jelas Rimawan.
Kenaikan BBM memiliki multiplier efect yang cukup luas. Salah satu sektor yang paling terkena imbasnya adalah biaya transportasi. “Karena cost push inflation merupakan faktor yang paling signifikan maka BI dan Pemda perlu menjaga tarif transportasi publik agar tidak langsung naik setelah ada kenaikan harga BBM. Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa tarif transportasi publik tidak segera naik jika ada kenaikan harga BBM,” pungkas dia. (ars)

 

Berita Terkait