Kesiapan Penari Hampir 100 Persen

Kesiapan Penari Hampir 100 Persen

  Sabtu, 10 September 2016 09:38
BERLATIH: Sejumlah penari yang akan dilibatkan pada tarian kolosal pembukaan Sail Selat Karimata, 15 Oktober mendatang, digembleng untuk kekompakan mereka, agar tampil memukau di hadapan Presiden nanti.

Berita Terkait

SUKADANA – Sekretaris Daerah (Sekda) Hilaria Yusnani memprediksi kesiapan para penari yang akan tampil pada perhelatan Sail Selat Karimata, 15 Oktober mendatang, hampir 100 persen. Dia hanya berpesan agar para penari selalu fit hingga menjelang hari H mendatang.

 
“Kesiapan penari menurut saya sudah hampir 100 persen. Hanya saya ada beberapa hal yang perlu diperhatkan, yakni untuk peserta tari agar dapat menjaga kesehatan, fisik, agar pada saat tampil nanti dapat sempurna. Selaian itu untuk beberapa gerakan memang perlu untuk dikoreksi,” ujar Sekda, Jumat (9/9) di ruang kerjanya.

Dari hasil pantauan koran ini, ratusan penari yang akan tampil pada perhelatan Sail Selat Karimata, terus giat berlatih, baik untuk kolosal maupun pembuka. Seperti yang dilakukan di pelataran Sail Selat Karimata, di Pantai Pulau Datok Sukadana, Kamis (8/9) sore lalu.

Mengenai hal ini, Sekda memastikan semua sesi sudah siap. Hanya saja, dia menambahkan, tinggal bagaimana menyesuaikan kondisi di lapangan. Karena untuk latihan tari ini, sebelum digelar di lokasi puncak acara bertaraf internasional tersebut, sebelumnya dilaksanakan di halaman kantor Dinas Pendidikan setempat. Dan untuk Kamis lalu, dia berharap agar para penari ini sudah mulai dibiasakan dengan menggelar latihan di lokasi pelataran di Pantai Pulau Datok.

“Memang sebelumnya untuk tim tari yang akan tampil saat Sail Selat Karimata nanti mereka berlatih di halaman kantor Dinas Pendidikan. Karena di situ memang lokasinya cukup luas. Dan mulai kemarin (Kamis, Red) sudah mulai di lokasi tempat tampilnya mereka di Pantai Pulau Datok,” terang Sekda.

Sementara itu, pada saat latihan di pelataran yang juga dihadiri oleh Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk tarian yang menampilkan empat ekor barongsai, diminta agar menambah jumlahnya. Namun, dia menambahkan, untuk keempat barongsai tersebut, dimaksudkan untuk mengisi ruang kosong.

Mengenai atribut penari, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara tersebut mengungkapkan bahwa semua sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Pusat. Kelengkapan tersebut, menurut dia, termasuk perlengkapan tari lainnya sebagai penunjang para penari. “Kalau untuk peserta tari saat latihan tidak dapat hadir dengan alasan yang jelas dapat dimaklumi. Terlebih di saat sakit,” katanya.

Sementara itu, untuk Tim Guruh Soekarno Putra yang diutus langsung dari pusat, menurut Sekda, sudah diingatkan dari Kemenkomaritim, agar tak mengulang di Parigi Motong, Sail Tomini, agar tidak kembali terulang. “Untuk itu, saat Sail Selat Karimata ini, Tim GSP mengangkat tarian tentang kearifan lokal. Mengenai Sejarah yang ada di Sukadana. Dan mudah-mudahan ini dapat berjalan dengan baik. Sesuai apa yang kita harapkan bersama,” doanya.

Terpisah, salah satu peserta tari, Misnu Oktananda, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam kelompok tarian ini. Apalagi, dia menggambarkan, bagaimana nanti penampilan mereka akan disaksikan Presiden Joko Widodo. Sementara itu, mengenai kesiapan dirinya begitu juga dengan penari lainnya, dia juga yakin sudah hampir seratus persen.

“Ini akan menjadi bagian sejarah dalam hidup saya dapat tampil di hadapan Bapak Presiden. Tentunya saya dan kawan-kawan lainnya akan terus berlatih semaksimal mungkin untuk dapat menampilkan yang terbaik, demi suksesnya Sail Selat Karimata pada 15 Oktober mendatang,” ungkap Misnu, salah satu pelajar yang juga terlibat pada tarian kolosan kepada wartawan. (dan)

 

Berita Terkait