Kesiapan Musywil ke-14 Muhammadiyah Kalbar

Kesiapan Musywil ke-14 Muhammadiyah Kalbar

  Jumat, 11 December 2015 08:17

Berita Terkait

IST

APEL: Susana apel siaga kesiapan menjelang Musywil Muhammadiyah ke-14 di halaman Masjid Mujahidin kemarin

 

2.500 Massa Ikuti Apel Siaga

KURANG lebih 2500 orang, Kamis (10/12) pagi kemarin, memadati halaman Masjid Mujahidin untuk mengikuti Apel Siaga kesiapan menjelang gelaran Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah ke-14 dan Musywil ke-10 Aisyiah Kalimantan Barat. Massa didominasi para pelajar dan mahasiswa dari amal usaha Muhammadiyah, unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar, organisasi otonom seperti Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah, Hizbul Wathan, Pemuda dan Pelajar Muhammadiyah, IMM, Tapak Suci, jajaran panitia Musywil baik OC dan SC serta warga dan simpatisan Muhammadiyah. Apel yang juga dihibur marching band dari siswa-siswi SD Muhammadiyah tersebut dipimpin Sekretaris PW Muhammadiyah Kalbar, Ikhsanudin.

Dalam amanatnya, Ikhsanudin menyampaikan agar kader dan warga Muhammadiyah dapat menjadi pencerah di tengah-tengah masyarakat. “Kader Muhammadiyah harus berperan aktif dalam rangka melanjutkan tongkat estafet perjuangan Muhammadiyah kedepan,”katanya. Sementara Ketua Panitia, Ishak Jamarong, didampingi anggota panitia SC, Achmad Mufahir mengatakan, tujuan dilaksanaannya apel siaga ini dalam rangka syiar Musywil Muhammadiyah sekaligus menyatakan kesiapan penyelenggaraan Musywil ke-14 yang akan dilaksanakan 18 - 20 Desember 2015 di Universitas Muhammadiyah Pontianak.

“Dengan kegiatan apel siaga ini diharapkan semangat pelaksanaan Musywil bergairah kembali,”kata Dosen FMIPA Untan ini. Dalam apel siaga kemarin dibacakan pula pokok-pokok fikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yakni pertama; hidup manusia harus berdasar tauhid, kedua; hidup manusia bermasyarakat, ketiga; hukum Allah satu-satunya yang dapat dijadikan sendi dan landasan membentuk pribadi muslim yang utama dan mengatur ketertiban bersama, keempat; berjuang menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah wajib.

Kelima; perjuangan menjunjung tinggi agama Islam hanya akan dapat berhasil bila dengan mengikuti jejak perjuangan nabi terutama nabi Muhammad SAW, keenam; perjuangan mewujudkan pokok-pokok pikiran hanya akan terlaksana bila dikerjakan dengan cara organisasi, ketujuh; pokok-pokok pikiran diatas dalam rangka mewujudkan keyakinan dan cita-cita berupa terwujudnya masyarakat adil dan makmur, lahir dan bathin yang diridhoi Allah.(d4/ser)

Berita Terkait