Keseringan Pakai Komputer, Waspadai Computer Vision Syndrome

Keseringan Pakai Komputer, Waspadai Computer Vision Syndrome

  Jumat, 12 Agustus 2016 16:48
FOTO Chandra Satwika/Jawa Pos

Berita Terkait

KEBIASAAN menatap layar komputer, laptop, gadget, maupun televisi terlalu lama membuat mata cepat lelah dan kering. Jika dibiarkan, hal itu akan memperburuk kondisi mata atau yang kerap disebut Computer Vision Syndrome (CVS).

Misalnya, yang dialami Dita Mahardika Putri, 25. Dia kerap mengeluh mata lelah dan kering setiap kali menghadap layar komputer selama berjam-jam. Dia hanya bisa memejamkan mata sejenak ketika mata benar-benar terasa panas dan lelah. ’’Pekerjaan saya kan tidak pernah lepas dari komputer atau laptop. Setiap hari saya harus mengaudit,” ungkap perempuan yang berprofesi auditor di salah satu perusahaan swasta di Sidoarjo itu. Selain mata, kadang tubuhnya cepat merasa pegal.

Dokter Spesialis Mata RSUD Sidoarjo dr Pinky Endriana Heliasanty menyatakan, penggunaan laptop, televisi, gadget, dan PlayStation memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Bahkan, banyak anak-anak yang kini mulai menggunakan fasilitas tersebut. Namun, penggunaan komputer maupun gadget harus dikontrol untuk mencegah terjadinya CVS.

’’Kalau sering merasakan sakit pada kepala dan mata terasa panas atau kering, sebaiknya masyarakat mulai waspada. Sebab, bisa saja, itu adalah gejala CVS,” katanya. Pinky menjelaskan, gejala CVS sering diikuti sakit kepala dan mata terasa kering. Menurut dia, saat bekerja, banyak orang yang jarang berkedip. Padahal, semakin lama mata terbuka, semakin tinggi kemungkinan kornea mata mengalami dehidrasi. Akibatnya, mata menjadi kering dan tidak nyaman. ’’Penglihatan kadang terlihat ganda atau kabur,” ucapnya.

Selain itu, mata terasa tegang dan lelah. Hal tersebut terjadi karena mata terlalu fokus pada objek yang terlalu dekat dan dalam jangka waktu lama. Meski bersifat sementara, kondisi tersebut tetap menjadi masalah pada penglihatan di masa depan. Bahkan, gejala CVS ditandai dengan sakit leher atau punggung. Pinky mengungkapkan, sistem penglihatan menjadi sangat dominan ketika bekerja di depan layar. Karena itu, tanpa disadari, tubuh akan mencari posisi untuk mendapatkan penglihatan yang terbaik. ’’Posisi tubuh yang dipertahankan cukup lama membuat otot leher dan punggung tegang,” tuturnya.

Meski risiko terjadinya CVS begitu besar bagi para pengguna gadget maupun komputer, Pinky tetap tidak melarang masyarakat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan gadget dan komputer. Hanya, penggunaan komputer dan gadget harus dikontrol. Salah satunya mengatur filter layar komputer, mengatur jarak pandang, pencahayaan, posisi duduk, dan istirahat. ’’Beri jeda mata untuk istirahat,” tandasnya. (ayu/c5/hud)

Berita Terkait