Kesebelasan Diperkuat, Motivasi Jajaran Dengan Reward

Kesebelasan Diperkuat, Motivasi Jajaran Dengan Reward

  Jumat, 19 Agustus 2016 09:40
LENGKAP: Bupati Sintang Jarot Winarno mengenakan busana lengkap putih-putih usai mejadi inspektur upacara HUT Kemerdekaan ke 71 di Sintang. SUTAMI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 
Bupati Sintang Jarot Winarno bersama wakil, Askiman, genap  enam bulan menjabat, terhitung sejak 18 Februari 2016. Kebijakan pembangunan seperti apa yang sudah berjalan dan akan diambil?

Sutami, Sintang

MEMAJUKAN Sintang pekerjaan tidak mudah. Butuh kerja keras serta kekompakan. Sarana infrastruktur serta ekonomi masyarakat, sama-sama perlu dibangun. Demikian kata Bupati Sintang Jarot Winarno ditemui usai resepsi kenegaraan peringatan HUT ke-71 Indonesia, persis sehari menjelang masa jabatannya genap satu smester pada 18 Agustus.

Mengawali pembicaraan Jarot tidak menampik kegawatdarutan infrastruktur  serta ekonomi yang harus dihadapi. Jalan masih banyak berpermukaan lapisan tanah. Kemudian harga komoditas sawit dan karet anjilok. Kendati demikian keoptimisan tetap dimiliki Jarot, Sintang mampu bangkit.

Jarot memastikan selama kurun enam bulan, kebijakan sudah berjalan, terutama mengatasi infrastruktur. Unit Perbaikan Jalan dan Jembatan (UPJJ) dimaksimalkan bekerja walau dengan dana sangat terbatas. UPJJ Sintang mempunyai tiga wilayah unit kerja. Alokasi dana satu wilayah hanya Rp 600 juta. “Semangat dan keahlian mampu memaksimalkan pencapaian,” kata Jarot.

Selama enam bulan Jarot melihat kinerja jajaran. Kesungguhan para aparatur tidak disanggahnya. Perhatian diberikan, sekaligus bentuk motivasi. Dengan harapan pencapaian kinerja terus meningkat untuk memajukan Sintang. Guru, tenaga kesehatan, termasuk tiga wilayah UPJJ Sintang, mendapat reward khusus dari Bupati. Penyerahan dilangsungkan saat malam resepsi kenegaraan.

Karena itu, Bupati berpesan kepada seluruh jajaran supaya bekerja dengan sungguh-sungguh. “Jangan galau,” kata Jarot. Ia tidak menginginkan para birokrat memikirkan soal posisi jabatan secara berlebihan. 

Kendati Jarot tidak menampik telah menghitung selama kepemimpinan bersama Askiman. Pergeseran di SKPD bisa saj terjadi. Dengan menganalogikan tim, yakni tetap membutuhkan kesebelasan yang kuat. “Kalau tidak cocok menjadi penyerang mungkin digeser sebagai gelandang. Posisi gelandang kurang maksimal mungkin kuat di bek,” kata Jarot.

Jarot memastikan dua kekosongan jabatan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan kepala  Dinas pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilelang. Sementara posisi jabatan kepala SKPD lain, mungkin hanya bergeser.

Dalam pengisian posisi jabatan, Jarot meyakinkan tidak subjektif. Dia berharap tidak disangkutpautkan dengan masalah Pilkada. Pasalnya Pilkada telah usai, sementara pembangunan mesti dirajut bersama. Karena itu, konsolidasi pada tataran birokrasi maupun politik menjadi prioritas Jarot begitu usai dilantik.

Ia juga menyatakan pola pemerintah dijalankan dengan pendekatan horizontal. Artinya pemerintah dan rakyat adalah sahabat. Sinergisitas keduabelah pihak dibutuhkan. Masukan serta kritik membangun diperlukan pemerintah supaya kebijakan pembangunan bisa tercapai. Kemudian pola inklusif ikut dijalankan.  Artinya terbuka dan saling menghargai, serta menganut pola sosial. Yakni membaur dengan segala kalangan.

“Dukunglah visi kami. Bekerja nyata brsama-sama. Semua harus yakin ada kemajuan. Kita tidak akan membangun pola ada kelompok didahulukan dan lain ditinggalkan,” kata Jarot.

Jarot memberi sinyal kalau kepemimpinannya segala langkah akan diambil, demi memajukan Sintang. Yakni berani memulai, berani berbeda, berani berubah, berani ambil resiko dan bertangungjawab.

Menurut Jarot penyelesaian Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tengah dirampungkan. Penuntasan tersebut kini merupakan skala prioritas. Pasalnya, akan menjadi sumber pijakan melangkah bersama membangun Sintang. (**)

Berita Terkait