Kesaksian Ahli Jiwa Masuk BAP

Kesaksian Ahli Jiwa Masuk BAP

  Jumat, 1 April 2016 09:45
ILUSTRASI DETIK

Berita Terkait

SINTANG-Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang masih terus meneliti berkas Brigadir Petrus Bakus, anggota Polres Melawi, pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap dua orang anaknya. Penelitian dilakukan jaksa menyangkut formil dan materil perkara.

“Dari penelitian pemberkasan, akan kita layangkan surat ke penyidik. Salah satunya meminta keterangan ahli kejiwaan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), atau general check up,” kata ketua Jaksa peneliti berkas Petrus Bakus, Aan, Kamis (31/3). 

Menurut Aan, penelitian berkas sudah berjalan seiring telah tahap satu. Dalam berkas yang diterima, yang diteliti menyangkut formil dan materil. Jaksa memastikan tidak bisa kalau asumsi. Tetapi semua harus berdasar fakta. Dan, lanjut Aan, dari formil dan materil perkaranya, ada hal yang ditimbulkan (pembunuhan dan mutilasi). 

Aan menambahkan, dari materil berkasnya jaksa memandang masih ada yang perlu dilengkapi. Berkas yang sudah diterima, akan kejaksaan kembalikan untuk dilengkapi penyidik. Dimana jaksa meminta ada saksi ahli memeriksa  kejiwaan Petrus Bakus. Kesaksian tersebut mesti dituangkan dalam BAP.

Keterangan saksi ahli menyangkut kejiwaan Petrus itu, lanjut Aan, baik atas observasi atau dengan general check up. Semua agar, keterangan saksi ahlinya masuk dalam BAP. Jaksa menilai tidak cukup  kalau menyebut kejiwaan Petrus mengalami gangguan, kalau hanya sebatas surat keterangan. “Surat keterangan ahli kejiwaan sudah ada yang dilampirkan,” ungkapnya.

Menurut Aan, keterangan ahli kejiwaan kini yang masih dibutuhkan. Maka, perlu untuk dimasukkan dalam BAP. Keterangan tersebut kemudian untuk menguatkan pendapat ahli pidana. “Sekarang baru keterangan ahli pidana dituangkan dalam BAP. Kita minta ahli kejiwaan juga diBAP,” jelas mantan ketua MPM, Fakultas Hukum Untan, ini.

Aan menambahkan,  keterangan saksi ahli kejiwaan dan pidana, nanti akan menjadi pijakan, perbuatan Petrus dipertanggungjawabkan atau tidak. “Sementara secara formil maupun materil, perbuatannya ada,” kata Aan.(stm)

Berita Terkait