Kesadaran Pecandu untuk Rehab Meningkat

Kesadaran Pecandu untuk Rehab Meningkat

  Jumat, 22 April 2016 09:00
STOP NARKOBA: BNN Kota Pontianak berfoto bersama karyawan Pontianak Post usai kunjungan, Kamis (21/4). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BNNK Sosialisasikan Program Bang Wawan

PONTIANAK - Badan Narkotika Nasional Kota Pontianak mengunjungi ruang Redaksi Pontianak Post, Kamis (21/4). Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyampaikan program yang sedang dilaksanakan BNN Kota Pontianak yaitu Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bang Wawan) khususnya di ruang lingkup kerja. Rombongan BNNK disambut hangat oleh Pemimpin Redaksi Pontianak Post, Heriyanto. 

Kepala BNN Kota Pontianak, Agus Sudiman, menjelaskan program Bang Wawan yang bertujuan untuk menekan laju pengguna narkoba di Kota Pontianak. Lawatannya ke ruang Redaksi Pontianak Post mengajak para karyawan Pontianak Post menjauhi narkoba dan ikut serta dalam memerangi bahaya narkoba.

“Pihak media inilah harapan kami untuk mempublikasikan bahaya narkoba. Kami tak bisa mengatasi narkoba sendiri, makanya kami mengajak Pontianak Post untuk turut serta dalam mengajak masyarakat membasmi narkoba,” kata Agus.

Agus menyarankan kepada Pontianak Post untuk melakukan tes kesehatan kepada seluruh karyawan. Tes tersebut dapat dilakukan dengan cara rutin menggelar tes urine atau tes darah kepada seluruh karyawan maupun calon karyawan Pontianak Post, agar lingkungan kerja Pontianak Post bebas dari narkoba.

Menurutnya, sudah ada beberapa pihak yang ikut turut serta dalam membasmi dan mencegah merebaknya narkoba, seperti anggota kepolisian dan TNI. Mereka telah melakukan berbagai tes kesehatan kepada seluruh anggota mereka, dan bagi para anggota yang positif menggunakan narkoba, mereka segera direhabilitasi.

Nuryakin, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Pontianak memaparkan data sementara pengguna narkoba di Kota Pontianak 70% didominasi oleh pekerja. Tapi dari riwayat pemakaian, mereka sudah mengenal narkoba sejak belum bekerja. 

Upaya pencegahan yang dilakukan BNN Kota Pontianak antara lain dengan selalu menyampaikan informasi akan bahaya narkoba seluas-luasnya. Sasaran utama dari pencegahan ini adalah kepada masyarakat yang belum mengenal sama sekali tentang narkoba, supaya mereka dapat menanamkan semangat jauhi narkoba dari dalam dirinya.

“Tugas lain kami adalah bagaimana anak-anak penerus bangsa tidak terkontaminasi narkoba. Melalui program Bang Wawan inilah kami optimalkan,” ujar Nuryakin.

Upaya yang dilakukan BNN Kota Pontianak untuk menurunkan tingkat pengguna narkoba dinilai telah memberikan hasil positif. Dari tahun 2013 sampai 2016 tingkat kesadaran masyarakat yang sudah menggunakan narkoba untuk melakukan rehabilitasi terus meningkat.

Emi Rosita, Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Pontianak menyampaikan data tentang masyarakat yang sudah melaporkan diri untuk melakukan rehabilitasi. Tahun 2013 ada 63 orang yang melapor. Sementara di tahun 2014, ada 94 orang pelapor, dan jumlah ini kembali meningkat pada tahun 2015 dengan 175 orang yang melaporkan diri.

“Namun, peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada tahun 2016 ini. Untuk bulan Januari hingga April, sudah 88 orang yang melapor. Padahal baru tiga bulan pertama,” pungkas Emi Rosita.

Setelah kunjungan ini, BNNK berharap Pontianak Post dapat menjadi salah satu pihak yang juga turut serta dalam mencegah perkembangan narkoba, terutama dari pihak internal Pontianak Post agar tercipta lingkungan kerja yang sehat.

“Ke depan kami akan rencanakan usulan dari BNN Kota Pontianak untuk melakukan tes kesehatan pada seluruh karyawan Pontianak Post. Hanya saja kami harus membicarakan hal ini lebih lanjut secara internal dan membahas masalah teknisnya,” kata Heriyanto, Pemimpin Redaksi Pontianak Post. (pah)

Berita Terkait