Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Pemerintah Daerah (Pemda) Kapuas Hulu telah menangani masalah persampahan cukup serius dengan didukung sarana dan prasarana yang cukup memadai. Upaya Pemda untuk mewujudkan kota yang bersih belum didukung masyarakat. Sebagian besar sampah dibuang tidak pada tempatnya yakni di parit, sungai dan di bakar di halaman, rumah sehingga menimbulkan polusi.

Oleh karena itu, penanganan sampah tak hanya pada pemenuhan sarana dan prasarana saja, tetapi bagimana memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. “Sampah kalau tidak dikelola dengan baik dan dari awal akan jadi masalah besar perkotaan,” tutur Ahmad Tohardi, Tim Peneliti Studi Manajemen Pengelolaan Persampahan Perkotaan, Senin (24/10).

Sampah yang menumpuk dan dibuang sembarangan atau dibakar, kata dia lagi, akan menghasilkan gas metena (CH4) yang sangat berbahaya. Dari Pemda melalui dinas teknis terkait, kata Tohardi lagi sudah cukup baik pengelolaan sampahnya. Jika upaya Pemda didukung oleh masyarakat Putussibau, baik Putussibau Selatan maupun Utara. Ia oftimis kota Putussibau menjadi kota yang bersih dan rapi.

“Masyarakat masih membuang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya. Tepi-tepi jalan, parit, bantaran sungai dan jembatan merupakan tempat paforit untuk membuang sampah,” terangnya. Selain itu, masih banyak yang membuang sampah di depan rumah, setelah menumpuk baru dibakar. Padahal, asap pembakaran sampah itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung racun.

Padahal, terang dia, butuh waktu tidak kurang dari 100 tahun untuk mengurai sampah-sampah tersebut, terutama sampah plastik. “Kalau dibuang kesungai sampah memang tidak kelihatan, tapi bisa menumpuk menyebabkan kedangkalan sungai,” paparnya. Sampah tetap sampah dan tetap jadi masalah kalau terus dibiarkan. Karenanya perlu ada kesadaran dari individu masyarakat untuk tertib.

Sementara itu, Kabid Peneletian dan Statistik Bappeda Kapuas Hulu, Yosep Jasman berharap hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Untan Pontianak membawa manfaat bagi kemajuan pembangunan disemua sektor. Ia berharap hasil penelitian tersebut bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan-kebijakan pengolahan persampahan dibumi uncak kapuas.

“Ada beberapa penetilian yang diseminarkan tim peneliti Untan bekerjasama dengan Bappeda,” kata Jasman. Adapaun yang diteliti, tentang kajian tentang pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru diwilayah Kapuas Hulu. Kajian pengembangan prekonomian berbasis pengetahuan di Kapuas Hulu dan studi manajemen pengelolaan persampahan perkotaan, kota Putussibau utara dan selatan.

Selain itu, kata Jasman, penelitian yang melibatkan tim Lembaga Penelitian Untan Pontianak dan Politeknik Negeri Pontianak. Diantaranya Ahmad Tohardi, M. Ali Nasrun, H. Wan Mansor Andi Mulya dan H. Arifin itu juga mengkaji tentang penyusunan rencana induk pengembangan perguruan tinggi di Kapuas Hulu. “Nanti ada beberapa seminar, sesuai masing-masing judul penelitian,” kata dia.(aan)

2///

Penanganan Taman Kota Belum Oftimal

PUTUSSIBAU—Masalah kebersihan kota masih menjadi masalah serius yang mesti dituntaskan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu. Bahkan, instansinyang dipimpi Nusantara Gawat ini mengaku penanganan kebersihan kota belum oftimal. Karenanya mereka berupaya mengoptimalkan penanganan kebersihan kota, mulai dari penataan taman, hingga penambahan personil kebersihan.

Kabid Penyehatan Lingkungan pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu, Syarif Usmardan mengatakan, taman kota di Putussibau memang perlu ditata kembali. Karena taman kota yang ada saat ini butuh pembenahan di semua lini. Dia mengaku penataan kota Putussibau belum ditata secara maksimal, karena terbentur anggaran dan sumberdaya manusia yang menangani taman kota.

“Jujur saja tahun ini kami belum bisa maksimal mengani masalah taman kota, karena anggaran dan personil kurang,” ujarnya, Senin (24/10). Dia mencontohkan, pada bidang penebasan. Personil yang bertugas menebas hanya 10 orang saja. Sementara luas jalan dan taman kota yang ada di Putussibau sangat luas. Sehingga, jumlah personil dilapangan tak sesuai dengan pekerjaan yang harus ditangani.

Mardan mengatakan, itulah yang membuat taman kota Putussibau terlihat kurang tertata dengan baik. “Manajemen kedalam sudah kami perbaiki, sekarang sudah lumayan baik. Tinggal menambah anggaran dan personil,” tegasnya. Khusus untuk penanganan drinase yang tersumbat, dia mengaku pihaknya sudah menambahkan enam orang tenaga pembersih dan diharapkan bisa lebih oftimal lagi.

Petugas-petugas tersebut akan memantau drinase yang tersumbat dan melakukan pembersihan. “Sebelumnya belum ada yang secara khusus menangani drinase tersebut, karena melihat ini sangat diperlukan jadi kami tambah,” tutur Mardan. Sejauh ini, petugas kebersihan hanya 60 orang. Dari keseluruhan, penebas ada 7 orang, pengurus sampah 30 orang serta pengurus taman kota 13 orang.

Jumlah ini, menurut Mardan masih belum memadai. Sehingga butuh dukungan tenaga dan pendanaan yang lebih banyak. Karenanya tahun depan (2017) Dinas Cipta Karya dan Tatar Ruang Kapuas Hulu nambah lagi mengurus pedagang kaki lima di Semitau dan Tepuai. “Akan kami tambah 120 orang tenaga kebersihan, agar sesuai kebutuhan penanganganan bersihkan kota,”ucapnya.(aan)

Berita Terkait