Kerusakan Mobil Tak Diganti

Kerusakan Mobil Tak Diganti

  Jumat, 1 July 2016 09:30
SENGKETA: Hendrawan (29) saat meminta peratangungjawaban kepada Manajer Parkir PT. Centerpark Citra Corpora Ronal (memakai jaket). Hasilnya tidak ada penggantian kerusakan kaca mobil pecah kepada pemilik mobil KB 8395 PA di Grand Mall. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

SINGKAWANG — Salah satu pengunjung, Hendrawan (29) merasa dirugikan karena mobil miliknya rusak, kaca depan mobil pecah tidak diganti oleh pengelola lahan parkir di Grand Mall, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kerusakan kaca pecah mobil KB 8395 PA terjadi, Minggu malam (26/6) di lahan parkir Grand Mall. Pada saat kejadian Hendrawan bersama istri dan keluarganya berada di gedung grand mall sedang aksik berbelanja.

“Selesai kami berbelanja, saya dan istri masuk dalam mobil melihat kaca mobil pecah. Kemudia saya menayakan kepada penganggungjawab lahan parkir. Mereka tidak ada yang mengetahui tentang kejadian ini,” ucap ayah dua anak, Kamis (30/6) kepada media ini.

Dia mengatakan kerusakan mobil yang dialaminya ditaksir mencapai Rp 9 juta. Namun pihak pengelola parkir tidak mau bertanggungjawab karena tidak ada bukti yang melihat kejadian kerusakan mobil terjadi di lahan parkir grand mall Kota Singkawang.

Ia menyampaikan pihaknya merasa dirugikan dengan tidak adanya pertanggungjawaban dari pihak pengelola lahan parkir grand mall. Kendaraan mobil masuk dalam kondisi baik. Tetapi setelah keluar dari grand mall mobil mengalami cacat tanpa ada ganti kerugian.

“Secara lisan saya meminta pihak pengelola lahan parkir bertanggungjawab. Tapi tidak ada etika baik untuk berdamai. Masalah ini juga sudah saya sampaikan secara lisan kepada Bandan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Singkawang. Pihaknya meminta bukti pembayaran parkir dan segera kami serahkan supaya masalah ini cepat diselesaikan,” ungkap Suami  Sri Anjani yang juga menyaksikan kerusakan kaca mobil pecah.

Ditemui Manajer Parkir PT. Centerpark Citra Corpora Grand Mall Ronal mengakui bahwa kejadian kerusakan mobil tidak ada bukti yang melihat adanya pengrusakan kaca mobil grandmax tersebut. Bahkan pihaknya juga sudah berusaha mencari bukti-bukti yang memperkuat bahwa mobil milik Hendrawan rusak di lahan parkir grand mall.

“Kalau ada bukti yang kuat kami pasti bantu. tetapi pada saat kejadian tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang kerusakan kerusakan kaca mobil. Laporan ini bisa saja rekayasa dari pemilik mobil bersama keluarganya. Jadi kami tidak akan mengganti kerusakan kaca mobil karena tidak cukup bukti,” ucapnya didampingi Danton Security Grand Mall Amintiap.

Dia mengatakan apabila pihak pemilik mobil tidak terima dengan kerusakan mobil. Manajer pengelola lahan parkir menyarankan untuk dilaporkan saja kepada pihak kepolisian. Supaya pelaku kerusakan mobil di grand mall bisa ditangkap. Tapi semua itu perlu adanya bukti yang memperkuat laporan bahwa mobil milik Hermawan benar mengalami kerusakan di lahan parkir grand mall Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan permasalahan ini tidak akan ada sosulisinya karena tidak ada bukti terkait penyebab kaca mobil rusak. Sedangkan sanksi tidak ada yang melihat kejadian kerusakan mobil ini. Dilihat dibagian sisi tv juga tidak jelas karena kabur. Sehingga pihaknya tidak perlu mengganti kerugia terhadap kerusakan kaca mobil pecah.

“Kami bisa mengklim kerusakan mobil Hermawan asalkan ada bukti yang akan dilaporkan kepada perusahan. Jika tidak ada bukti kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena semuanya berdasarkan alat bukti dan saksi yang melihat kejadian,” tukasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Kosumen Suwadaya Masyarakat (LPKSM) Kota Singkawang Sumarno menyatakan kerusakan mobil yang dialami Hermawan akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Dikarenakan kerusakan mobil yang dialami konsumen di lahan  parkir grand mall harus ada yang bertanggungjawab terkait permasalahan pengelolaan parkir. Pihak pengelola parkir tersebut wajid menganti kerugian kepada konsumen karena sudah membayar parkir di lahan grand mall.

“Secara lisan kosumen sudah melapor kepada kami. Kami minta bukti pembayaran parkir. Ini salah satu bukti bahwa pengelola lahan parkir harus bertanggungjawab sepenuhnya. Karena kejadian ini dialami di lahan parkir grand mall,” tandasnya yang juga sebagai anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Singkawang.

Dia menyampaikan permasalahan ini sudah pernah terjadi. Pengelola ataupun perusahaan lahan parkir wajib mengganti kerugian kerusakan parkir. Ini sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tetang perlindungan konsumen. Pihaknya akan melakukan somasi kepada pihak yang bersengketa untuk memecahkan permasalahan yang dialami tersebut.

Ia mengungkapkan dengan adanya badan penyelesaian sengketa konsumen masyarakat yang mersa dirugikan harus melaporkan permasalahan tersebut. Jika dibiarkan permasalahan ini terus-menerus akan banyak kerugian konsumen yang akan terjadi dan pihak BPSK tidak ada yang mengetahui tentang kejadian tersebut.

“Badan penyelesaian sengketa konsumen tidak hanya berdiam diri. Pihaknya akan membantu konsumen yang dirugikan. Tak hanya permasalahan sengketa ganti kerugian konsumen. Permasalahan sengketa lain juga menjadi fokus perhatian sesuai dengan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” imbuh Sumarno yang juga sebagai Advokat atau pengecara di Kota Singkawang. (irn)