Kerja Keras demi Raih Adipura

Kerja Keras demi Raih Adipura

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Sebagai kota berkembang, Kota Putussibau masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan kota lainnya di Kalbar. Demikian kebersihan dan keindahan kota, meskipun terus dilakukan pembenahan. Karenanya, untuk meraih predikat Adipura, perlu kerja keras dari semua pihak, sehingga mewujudkan kota yang bersih dan rapi.

Kepala Seksi Pengelola Kualitas Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu, Muhamad Ugan Suganda, tak memungkiri, demi mendapatkan gelar Adipura, pekerjaan rumah mereka tidak mudah. Menurutnya, butuh kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu dan dukungan dari masyarakat. Karena, jika hanya Pemkab yang berbuat maksimal, tetapi tak didukung masyarakat, dia yakin, akan sia-sia.

“Untuk dapat Adipura, Pemkab harus kerja keras. Dalam artian setiap SKPD harus terlibat, tidak hanya dinas teknis terkait saja,” terang Ugan, Selasa (25/10). Dijelaskannya, Adipura menekankan pada konsep bersih dan keteduhan kota. Kedua konsep tersebut, menurut dia, ditunjang dari kebersihan kota dan keberadaan taman kota. Untuk kebersihan kota dan kerapian kota, ditegaskan dia, juga mesti didukung masyarakat.

Ugan menyebutkan, demi mewujudkan kota yang bersih, lebih mengarah kepada manajemen persampahan, limbah, dan irigasi. Kemudian, dia menambahkan, dengan menghadirkan taman kota sebagai tempat berteduh dan berekrasi masyarakat kota. “Kebersihan dan keindahan kota harus terpadu,” ujarnya.

Kota Putussibau sendiri, diakui dia, masih terbentur dengan masalah persampahan. Tertutama, diungkapkan dia, pada pusat keramaian seperti kompleks pasar pagi.

Karena, kata dia, pasar merupakan objek penilaian Adipura. Jika pengelolaan sampah tidak baik, tentu, menurut dia, akan berpengaruh pada poin yang didapat. Dari itu, dikatakan dia, dibutuhkan penataan dari SKPD terkait.

Kemudian digambarkan dia mengenai objek penilaian Adipura lainnya yakni pengelolaan limbah dan kebersihan rumah sakit. Menurut dia, ada kaitannya dengan keberadaan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dari berbagai kegiatan. “Limbah harus disterilkan sebelum dibuang, kebersihan rumah sakit harus diperhatikan. Untungnya IPAL sudah ada di rumah sakit Putussibau,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata dia, Pemkab dan masyarakat mesti membangun prinsip cinta lingkungan. Seperti, digambarkan dia, bagaimana membangun kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Kemudian, diharapkan dia juga pada penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait persampahan yang perlu dilakukan dinas terkait. Dinas teknis, menurut dia, harus memberikan sanksi pada pelanggar.

“Kalau Perda benar-benar ditegakkan, tentu bisa mewujudkan pembenahan sampah yang lebih baik,” ujarnya. Pemkab, menurutnya, perlu menciptakan forum masyarakat peduli lingkungan. Diungkapkan dia, bisa dimulai dari anak-anak, sehingga sangat penting menanamkan mental lingkungan pada mereka. “Sebab mereka itulah yang akan melanjutkan pembangun ke depannya.” (aan)

Berita Terkait