Keranjingan Game Online, Curi Motor

Keranjingan Game Online, Curi Motor

  Minggu, 20 March 2016 10:08
DIAMANKAN: Tiga pelaku utama beserta satu pelaku penadah motor curian yang berhasil dibekuk Tim Jatanras Polresta Pontianak. Terlihat satu di antara pelaku tengah diinterogasi polisi. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tim Jatanras Bekuk Tiga Pemuda

PONTIANAK – Rc, Az, dan Rr, tiga pemuda yang masih berusia 19 tahun, harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolresta Pontianak. Mereka diamankan lantaran telah melakukan pencurian sepeda motor, demi mendapatkan uang untuk bermain game online. 

Selain menangkap tiga pelaku utama pencurian, bersama mereka dibekuk pula pelaku penadah hasil kejahatan, Hr. Para tersangka melancarkan aksinya di sebuah rumah di Komplek Citra Sejahtara, Jalan Parit Pangeran, Kecamatan Pontianak Utara. 

Sepeda motor yang berhasil dibawa lari mereka tersebut, rencananya akan dijual. Namun aksi keempatnya kandas. Polisi yang telah menerima laporan kehilangan dari korban, langsung melakukan penyelidikan. Aparat kemudian mendapatkan informasi akan adanya transaksi jual beli sepeda motor dengan harga murah. “Dari informasi itu, anggota melakukan penyamaran sebagai pembeli. Saat bertemu salah dengan tersangka, langsung dilakukan penangkapan,” kata wakil Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Wakasatreskrim) Polresta Pontianak, AKP Kemas Abdul Aziz, Sabtu (19/3). 

Dari keterangan tersangka Hr, Aziz menceritakan bagaimana mereka kemudian melakukan pengembangan. Mereka pun mencari pelaku utama. Hasilnya, tiga identitas tersangka berhasil didapat mereka. Aziz mengungkapkan jika ketiga pemuda tersebut ditangkap saat sedang asyik bermain online di salah satu warung internet di Kecamatan Pontianak Utara. “Dari pengakuannya, para tersangka ini mengaku baru pertama kali mencuri,” ungkap Aziz. 

Meski terbilang baru dalam melancarkan aksinya, Aziz mengakui jika kerja para pelaku terbilang rapi. Dia menggambarkan bagaimana mereka membagi tugas ketika mengambil motor. Rc, menurut dia, bertugas melarikan kendaraan korban yang terpakir di depan rumah, sedangkan Az dan Rr bertugas mengawasi situasi sekitar. “Setelah motor berhasil dibawa, lalu hasil kejahatan diserahkan kepada Hr untuk dijual,” ucapnya. 

Uniknya, diungkapkan Aziz, saat dilakukan penangkapan, salah satu tersangka bahkan berusaha mengelabui petugas, dengan mengaku masih di bawah umur. Namun, dia memastikan, setelah dilakukan pengecekan data, ternyata usia yang bersangkutan sudah 19 tahun. “Dari keterangan warga, mereka ini memang terkenal nakal,” tutur Aziz. 

Aziz menegaskan ketiga tersangka utama akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun. Sementara untuk Hr, dia memastikan akan dikenakan pasal 480 dengan ancaman pidana empat tahun. “Saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Aksi kejahatan selalu mencari kesempatan dari kelengahan. Kunci ganda motor agar lebih aman,” imbau Wakasatreskrim. 

Tersangka Rc saat diwawancarai, mengaku terpaksa melakukan pencurian bersama ketiga temannya. Dia mengungkapkan sangat membutuhkan uang untuk menebus telepon genggam (HP). “Rencannya kalau motor laku dijual, uangnya dibagi rata. Jatah saya untuk main permainan online dan bayar HP,” aku tersangka. (adg)

Berita Terkait