Kerajaan Norwegia Bantu Peralatan Sumur

Kerajaan Norwegia Bantu Peralatan Sumur

  Senin, 19 September 2016 09:30

Berita Terkait

 
10 desa dari tiga kecamatan masing-masing Muara Pawan, Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang mendapat bantuan satu set peralatan pembuatan sumur hidran. Kerajaan Norwegia kerjasama Kementerian KLHK dan UNDP.

 

Mirza Ahmad Muin, Muara Pawan

 

 

SEBELUM bantuan diberikan, perwakilan desa dilatih membuat sumur hidran berbasis masyarakat untuk pencegahan Karhutla di desa masing-masing.

Sabtu Siang, 50 peserta pelatihan pembuatan sumur hidran dari tiga kecamatan, Muara Pawan, Matan Hilir Utara dan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang berkumpul di hutan terletak tak jauh dari belakang Kantor Camat Muara Pawan, Ketapang. Di sana mereka diberi pelatihan praktek tentang cara membuat sumur hidran yang dilaksanakan 17-19 September 2016. Pelatihan itu atas inisiasi UNDP dengan tim pelaksananya Sampan Kalimantan.

Diketahui, 10 desa dari perwakilan tiga kecamatan itu merupakan daerah rawan kebakaran lahan dan hutan. Harapannya setelah peserta dapat membuat sumur hidran, itu dapat jadi alternatif pihak desa dalam pencegahan dini kebakaran. Dalam praktek tersebut selain dihadiri perwakilan UNDP, Sampan Kalimantan, Camat Muara Pawan, Ismadaniar juga melihat secara langsung cara pembuatan sumur hidran.

"Kegiatan pelatihan pembuatan sumur hidran positif bagi warga desa. Apalagi setelah pelatihan ini perwakilan pelatihan dari 10 desa diberi seperangkat alat sumur hidran," ucap Camat Muara Pawan, Ismadaniar.

Diceritakan dia, di wilayah yang dipimpinnya ada enam desa mendapat pelatihan dan bantuan. Enam desa itu merupakan wilayah rawan karhutla. Adanya pembuatan sumur hidran merupakan salah satu cara efektif cegah kebakaran. "Karena saat memadamkan api masalah kita adalah air, nah pelatihan dan bantuan alat sumur hidran ini merupakan cara efektif cegah kebakaran," ungkapnya.

Bantuan dari Kerajaan Norwegia yang diinisiator UNDP dan pelaksana lapangannya Sampan Kalimantan tambah dia, menguntungkan pihaknya.

Salah satu peserta pelatihan sumur hidran dari Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan, Hendri menilai kegiatan pelatihan sumur hidran ini bermanfaat bagi dirinya dan desa tempat ia tinggal. Diceritakan dia, kejadian kebakaran lahan 2015 lalu jadi pembelajaran pihaknya, karena tak sedikit kebun warga jadi korbannya. Dalam upaya pemadaman api, warga kesulitan mencari air.

"Sebelum ada pelatihan ini, kami memang berencana buat sumurbor sebagai antisipasi jika kemarau. Itu dibuat sebagai antisipasi karhutla. Tapi dengan adanya bantuan ini tentu kami merasa terbantu," ucapnya.

"Kegiatan pelatihan sumur hidran berbasis masyarakat untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan ini adalah yang ke dua. Sebelumnnya kita juga mengadakan kegiatan sama di Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya," ucap Program Officer Sampan Kalimantan, Singlum.

Dipelatihan ke dua ini dilakukan di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Total ada 10 desa dari tiga kecamatan yang diberikan pelatihan dan bantuan seperangkat alat pembuatan sumur hidran. Dipaparkan Wel sapaannya, Kecamatan Muara Pawan 6 desa, 3 desa di Kecamatan Matan Hilir Utara dan 1 desa lagi di Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Dia berharap adanya bantuan peralatan dan pelatihan ini dapat dimanfaatkan peserta sebaik-baiknya, dan dapat sebagai antisipasi ketika ada kebakaran hutan dan lahan.*

           

Berita Terkait