Keracunan Gas Genset saat Listrik Padam, Lima Orang Satu Keluarga Tewas

Keracunan Gas Genset saat Listrik Padam, Lima Orang Satu Keluarga Tewas

  Senin, 27 June 2016 06:11

Berita Terkait

LIMA orang ditemukan tewas di Kampung Citereup, RT 03/06, Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/6) dini hari. Korban yang masih satu keluarga itu diduga kuat tewas akibat keracunan karbon monoksida dari mesin genset yang menyala di rumah tersebut.

Kelima korban tersebut adalah pasangan sauami istri Lamtono, 34, Fatma, 29, serta dua anaknya Marsya Laudya ,10, Alldryan Marcellino, 2, serta keponakan Lantona Tegar ,7. Mereka merengang nyawa saat perjalanan ke rumah sakit, saat akan mendapat pertolongan secara intensif.

Kapolsek Gunungsindur, Kompol Agus Suyadi menegaskan, dari hasil otopsi dan olah tempat kejadian perkara di dapati tewasnya satu keluarga ini karena menghidup karbon moniksida yang dihasilkan genset dari dapur Lantono.

Hasil pembakaran bahan bakar genset itu dihirup ke lima korban akibat ventilasi atau sirkulasi keluar masuk udara dirumah kontrakan tidak ada sama sekali. Sehingga jumlah karbon beracun itu dihirup dalam jumlah besar dan membuat korban lemas dan akhirnya tewas.

”Posisi genset memang ada di dapur. Masalah utamanya memang ventilasi rumah korban tidak ada, semua ruangan tertutup. Kebanyakan menghidup gas beracun akhirnya tewas,” tuturnya kepada Indopos (Jawa Pos Group).

Kelima korban, lanjut Suyadi, ditemukan di tiga lokasi berbeda di dalam rumah. Lamtono ditemukan di ruang tamu, sedangkan Fatma di kamar mandi. Sementara Marsya Laudya dan Alldryan Marcellino, serta keponakan mereka Tegar ditemukan di kamar tidur.

”Kelima korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun mereka meninggal saat dalam perjalanan. Keluarga korban sudah pasrah dan menganggap ini sebagai musibah,” ucapnya.

Dengan kejadian itu, Suyadi menghimbau, agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan mesin genset untuk mesin penerangan pengganti listrik. Apalagi, menggunakan mesin itu di dalam rumah yang tidak memiliki ventilasi. Dia berharap kejadian yang menimpa keluarga Lantono menjadi pelajaran agar tidak ditiru atau diterapkan kembali.

”Tetap waspada, sebaiknya genset disimpan di ruang terbuka dan banyak ventilasinya. Seperti yang terjadi di rumah korban ini kan, genset disimpan di ruang dapur," pungkasnya. (cok/yuz/JPG)

Berita Terkait