Kepergok Menghindar Saat Razia

Kepergok Menghindar Saat Razia

  Selasa, 24 May 2016 09:30
BERSITEGANG: Aksi tarik-menarik kendaraan antara pemilik motor dan Polantas sempat bersitegang. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Sekelompok warga dan sejumlah Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Mempawah bersitegang, Senin (23/5) sekitar pukul 11.30 WIB di Pasar Sungai Pinyuh. Kejadian itu bermula ketika salah seorang Polantas melakukan penindakan terhadap warga pengendara yang melanggar aturan berkendara.

Dari berbagai sumber di lapangan yang berhasil dihimpun Pontianak Post, insiden itu bermula ketika seorang pengendara sedang melintas dikawasan Pasar Sungai Pinyuh. Dengan menggunakan motor pink, pria berbadan besar itu kabarnya tidak menggunakan kelengkapan helm standar.

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mempawah sedang melaksanakan razia kendaraan di Bundaran Pasar Sungai Pinyuh. Razia itu sendiri telah berlangsung beberapa hari ini dalam rangka Operasi Patuh Kapus 2016.

Si pengendara yang melihat adanya kegiatan razia lantas berbelok arah untuk menghindar. Kemudian, si pengendara memarkirkan kendaraannya didepan salah satu toko di kawasan Pasar Sungai Pinyuh. Namun, upaya si pengedara itu terlihat oleh salah seorang  petugas Polantas yang sedang ikut serta dalam razia tersebut. Melihat adanya pelanggaran lalu lintas, Polantas itu pun menghampiri kendaraan.

Disitulah, insiden tarik-menarik kendaraan antara pemilik kendaraan dan Polantas terjadi. Petugas berupaya mengamankan kendaraan si pelanggar untuk dibawa ke pos. Namun, si pemilik kendaraan bersikeras dan menolak menyerahkan kendaraan miliknya.

Kontan saja, insiden itu pun menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu menghampiri si pemilik kendaraan. Kerumunan warga pun semakin ramai hingga membuat arus lalu lintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) cukup padat.

“Saya memang menduga kalau si pengendara menghindari razia di bundaran. Kemudian si pengendara memarkirkan kendaraan di depan ruko. Tak lama polisi pun datang. Disitulah aksi tarik-menarik antara pemilik kendaraan dan polisi terjadi,” terang salah seorang warga yang melihat insiden itu.

Sementara itu, Ketua Front Pembela Kedaulatan Rakyat (FPKR), Sudianto Nursasi, SH menanggapi insiden tersebut sebagai pembelajaran baik untuk masyarakat maupun Polantas. Supaya, dalam upaya penegakan hukum selalu mengedepankan sikap humanis dan mengayomi masyarakat.

“Bapak Kapolri sendiri berpesan agar tidak ada cara-cara kekerasan atau pun arogansi dari aparat dalam menindak pelanggar lalu lintas. Kedepankan sikap ramah dan beretika dalam melayani masyarakat,” pendapatnya.

Sudianto pun mengingatkan masyarakat pengendara agar senantiasa mematuhi aturan dan ketentuan berlalu lintas. Baik itu menyangkut dokumen kepemilikan kendaraan maupun kelengkapan lain seperti helm standar dan lainnya.

“Jika semua aturan berlalu lintas sudah terpenuhi, pengendara tidak usah takut menghadapi kegiatan razia di jalan raya. Justru sikap pengendara untuk menghindari razia, bisa menimbulkan dampak buruk seperti kecelakaan lalu lintas dan lainnya,” tukas Sudianto.(wah)

Berita Terkait