Kepala Disdukcapil Yakin Belum Siap

Kepala Disdukcapil Yakin Belum Siap

  Kamis, 7 April 2016 09:37
Syafaruddin

Berita Terkait

Untuk mempermuda pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik  (e-KTP), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempermudah sistem perekaman dan pencetakannya. Kemendagri mewacanakan mulai tahun ini e-KTP bisa direkam dan dicetak di kecamatan bahkan tingkat desa, mulai 1 April. Tetapi sudah siapkah desa dan kecamatan di kabupaten ini mencetaknya?

KEPALA Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas Hulu, Syafaruddin, mengungkapkan jika sampai saat ini pencetakan e-KTP di Kapuas Hulu masih diambil alih oleh satuan kerjanya. Pasalnya, pemerintah di tingkat kecamatan dan desa, diakui dia, belum mampu mencetaknya. Kondisi ini, diakui dia, terjadi lantaran ketaktersediaan perangkat cetak dan listrik. Diingatkan dia jika beberapa wilayah di kabupaten ini belum semua merasakan listrik hidup siang dan malam.

“Wacana itu memang ada, cuma peralatan di kecamatan belum mendukung, belum lagi masalah listrik,” aku Syafaruddin, Selasa (5/4) lalu di Putussibau. Menurut dia, agar kecamatan siap dalam pendataan dan pencetakan e-KTP harus ada perangkat. Dia juga menambahkan bahwa pemerintah kecamatan memerlukan dukungan operator yang handal. Saat ini, diakui dia, memang ada operator e-KTP kecamatan yang sudah dibina, tapi belum mahir dalam mencetak.

Syafaruddin menilai kecamatan belum siap mencetak sendiri e-KTP. Tugas pemerintah kecamatan, menurut dia, saat ini hanya merekam data dan mengirimkannya ke Disdukcapil. “Saya kira kecamatan belum siap dengan berbagai kendala," ungkap mantan Inspektur Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu ini.

Dia menceritakan jika warga Kapuas Hulu yang mengurus e-KTP ke Disdukcapil rata-rata 20 orang setiap harinya. Tidak hanya membuat KTP baru, mereka, menurut dia, bahkan ada yang merubah status karena KK sudah berubah. “Untungnya KTP-el sekarang sudah seumur hidup," papar Syafaruddin.

Selama ditangani Disdukcapil, kesadaran masyarakat membuat KTP, diakui dia, sudah jauh meningkat di dalam mengurus e-KTP. Dia menjelaskan, kesadaran tersebut tumbuh karena dalam pengurusan pendidikan mensyaratkan e-KTP, demikian pula kartu keluarga, dan adminstrasi kependudukan lainnya. “Karena rata-rata mengurus anak sekolah jadi masyarakat sangat butuh KK, KTP-el, dan akta,” tuturnya.

Bagi yang masih memakai KTP lama, Syafaruddin mengimbau agar segera melapor ke Disdukcapil, agar dapat fisik KTP baru. Sementara itu bagi yang sudah mengantongi e-KTP, dia meminta agar jangan lupa untuk terus meng-update jika terjadi perubahan status.

"Perubahan status harus terus dilaporkan, misalnya dari yang belum kerja, sekarang kerja. Kemudian yang sebelumnya belum nikah, sekarang sudah nikah. Jadi dibuat KTP baru," tuturnya. Disdukcapil butuh dukungan RT/RW supaya menyadarkan masyarakat untuk mengurus e-KTP.(aan)

Berita Terkait