Kendawangan Rawan Narkoba

Kendawangan Rawan Narkoba

  Rabu, 14 September 2016 09:30
PEMILIK SABU : Mahmin, pemilik sabu yang ditangkap di Kendawangan, ketika diwawancara oleh awak media di Mapolres Ketapang, kemarin.

Berita Terkait

KETAPANG - Empat orang diamankan Jajaran Reserse Narkoba Polres Ketapang, pada Jumat (9/9) siang. Selain mengamankan empat orang, polisi juga mengamankan puluhan gram narkoba jenis sabu dan puluhan ekstasi dari kediaman salah seorang di Dusun Sukadamai Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan.

Penangkapan terhadap bandar sabu di Kendawangan tidak hanya kali ini saja. Sudah benerapa kali bandar narkoba ditangkat saat hendak mengedarkan sabu di Kecamatan Kendawangan. Kendawangan pun menjadi daerah yang rawan terhadap peredaran narkoba.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Narkoba, AKP M Nasir, mengatakan, penangkapan terhadap terduga pengedar narkob di Kendawangan ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Masyarakat yang curiga dengan aktivitas di salah satu rumah di desa mereka melaporkan ke pihak berwajib.

Pada Jumat (9/9) sekitar pukul 09.00 WIB, warga melaporkan ada kegiatan transaksi narkoba di Desa Mekar Utama Kendawangan. Dari laporan tersebut pihak Polres mengeluarkan surat perintah penyelidikan. Sebelum dilakukan penggrebekan, terlebih dahulu polisi melakukan pengintaian.

"Setelah dilakukan pemantauan dikediaman Mahmin, anggota kita melihat memang terdapat aktivitas keluar masuk orang yang mencurigakan. Pada hari itu juga sekitar pukul 14.00 WIB, langsung dilakukan penggerebakan," kata Nasir, kemarin (13/9) siang.

Polisi yang datang secara tiba-tiba membuat empat orang di dalam rumah tidak sempat melarikan diri. Empat orang yaitu, Mahmin (22), SS (28), ML (20) dan SW (33) ditahan dan dibawa ke Mapolres Ketapang. "Mahmin ini diduga sebagai pengedar. Sementara tiga orang termasuk dua perempuan masih kita periksa sebagai saksi," jelas Nasir.

Selain menahan empat orang, puluhan gram narkoba jenis sabu dan ekstasi juga ikut diamankan. Di antaranya tiga paket sabu ukuran besar masing-masing 14,69 gram, 14,18 gram dan 11,39 gram. Selain itu, ditemukan 8 paket sabu yang berisikan total 6,95 gram serta 6 paket sabu ukuran kecil berisikan 1,98 gram.

Selain paket sabu, polisi juga menemukan 21 butir pil berwarna pink yang diduga narkoba jenis ekstasi. "Total sabu seberat 49,19 gram. Tapi nanti akan kita lakukan penimbangan ulang untuk memastikan berapa jumlah pasti sabu tersebut. Kita juga menyita satu alat timbang elektronik, dua korek api dan satu alat hisap atau bong," ungkap Nasir.

Nasir menjelaskan, sebagian narkoba tersebut ditemukan di dalam sebuah tas di kediaman Mahmin. Namun, pelaku mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik tas yang berisi narkoba tersebut. Ia hanya mengaku jika tas tersebut milik temannya dari Pontianak yang dititipkan kepada dirinya. "Saat ini masih kita dalami pengaku tersebut," terangnya.

Polisi akan terus mendalami siapa pemilik tas berisi narkoba tersebut. Termasuk meminta keterangan dari tiga orang yang saat penggerebekan berada di dalam rumah Mahmin. "Dua orang perempuan dan seoran lelaki juga kita amankan karena berada dilokasi kejadian. Untuk keterlibatan ketiganya masih menunggu hasil tes urin. Saat ini masih sebagai saksi," paparnya.

Sementara itu, Mahmin (22), mengakui jika sebagai barang haram tersebut miliknya. Ia mengaku jika 6 paket kecil tersebut miliknya yang akan ia gunakan sendiri. Sementara barang haram lainnya bukan miliknya. "Yang 6 paket kecil dilantai itu memang milik saya. Yang di dalam tas punya orang Pontianak," kata pria yang bekerja di kebun sawit ini.

"Kebetulan saat itu dia ada kerumah saya, kemudian dia nitip tas itu. Katanya mau kepasar dulu cari makan," lanjutnya kepada wartawan.

Ia mengaku bukan kali ini saja ada orang yang menitipkan tas di rumahnya, melainkan sudah tiga kali selama beberapa bulan terakhir. "Saya tahu isi tas itu narkoba, cuma itu bukan milik saya. Itu punya orang yang titip," tegasnya.

Ia mengaku bukan sebagai bandar, melainkan hanya konsumen. Ia mengkonsumsi narkoba sejak tahun 2008 lalu. 6 paket kecil sabu yang ditemukan di lantai merupakan miliknya yang dipergunakan untuk konsusmsi pribadi.  "Kebetulan saya punya kebun sawit sekitar 70 batang. Saya menggunakan sabu untuk menambah stamina saat panen buah sawit," ungkapnya.

Mengenai tiga orang temannya yang juga diamankan saat berada di kediamannya, ia mengaku ketiga temannya hanya sedang berkunjung dan sama sekali tidak menggunakan narkoba saat kejadian. "Mereka tidak pakai narkoba, kalau biasanya memang mereka ikut makai, tapi saat itu mereka cuma sekedar main saja," ujarnya.

Akibat perbuatannya, pelaku yang diduga telah memiliki, menguasai, menyimpan dan menyediakan narkoba terancam hukuman minimal 4 tahun penjara. (afi)

 

Berita Terkait