Kendalikan Inflasi Buka Pasar Tani

Kendalikan Inflasi Buka Pasar Tani

  Jumat, 24 June 2016 09:30
PASAR TANI: Berbagai produk unggulan pertanian Kalbar yang dijual di Pasar Tani, kemarin. MIRZA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat menggelar Pasar Tani, dengan menjual produk unggulan pertanian Kalimantan Barat, seperti beras merah, bawang merah serta beberapa komoditi lainnya. Selain bertepatan pelaksanaan puasa, Pasar Tani dilakukan sebagai pengendali inflasi daerah.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Hazairin mengatakan, jelang lebaran atau puasa biasanya harga produk pertanian seperti bawang, beras agak naik. “Untuk menekan kenaikan harga, kita membuka Pasar Tani,” ucapnya, Kamis (23/6).

Pelaksanaan Pasar Tani dijelaskan bisa dilakukan kapan saja, tergantung kesiapan anggaran. Namun untuk Pasar Tani kali ini sengaja dipilih dengan momen sebelum pelaksanaan lebaran. Dalam pelaksanaan Pasar Tani sebelumnnya, biasanya bersinergi dengan beberapa instansi namun tahun ini sesuai arahan ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah, meminta tiap instansi harus ada gebrakan.

Produk pertanian yang dijual merupakan hasil pertanian Kalbar, diantaranya beras merah varietas baru dan bawang merah. “Kalau beras merah di pasar harganya Rp 20-25 ribu, di sini kita jual Rp 9 ribu perkilogram. Untuk bawang perkilo Rp 25 ribu saja. Beras merah kita siapkan 1 ton, sedangkan bawang merah kita masih segar karena baru panen beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Ditempat sama, Kepala Bidang Pengolahan Pemasaran Hasil Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Heronimus Hero mengatakan harga komoditi yang dibanderol di Pasar Tani beda dengan harga di pasar tradisional. “Semua sudah kita paket-paketkan. Menurut perkiraan saya paling tidak ada 500 keluarga mendapatkan barang ini. Saya yakin yang di jual ini ludes dibeli masyarakat,” terangnya.

Dalam kegiatan ini lanjutnya, terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Pihaknya tidak hanya menyiapkan bawang merah dan beras saja, namun ada gula yang bersinergi dengan Terminal Agro Bisnis Terpadu unit Dinas Pertanian Kalbar. Selain itu, minyak goreng, sayur, buah-buahan dan minuman kaleng juga tersedia di sini.

Pelaksaaannya hanya satu hari tujuannya sebagai sok terapi agar pasar tidak menjual harga kebutuhan pokok terutama hasil pertanian terlalu tinggi. Di paparkan dia, jumlah beras yang disediakan ada1 ton, bawang merah setengah ton dan gula 2 setengah ton. “Untuk buah dan sayur kita siapkan kurang lebih ratusan kilo,” ungkapnya.

Secara pribadi ia tak menyangka animo masyarakat datang ke Pasar Tani tinggi. Kesimpulannya, berarti masyarakat membutuhkan beberapa komoditi yang disipakan. Ke depan, pihaknya masih memantau harga di pasar-pasar tradisional. Dia berharap harga-harga bahan pokok pertanian tak melambung tinggi.(iza)

Berita Terkait