Kemunculan Imam Mahdi

Kemunculan Imam Mahdi

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SEIRING munculnya beragam kasus-kasus yang menyangkut keyakinan masyarakat, Ketua Motivator Safari Fajar Kabupaten Mempawah, H. Syahril, S.Ip, M.Pd menyebut sebagai pertanda akhir zaman. Bahkan, dirinya berpandangan telah ada tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi.

Salah satu kasus yang saat ini menghebohkan masyarakat yakni Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Pria ini diyakini bisa menggandakan uang melalui ritual khusus dengan berlatarbelakang agama Islam. Pemilik Padepokan Dimas Kanjeng itu bahkan, ratusan bahkan ribuan pengikut dari berbagai daerah, termasuk warga Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

 “Inilah pertanda akhir zaman. Maka dari itu, masyarakat muslim di Kabupaten Mempawah, jangan mudah tertipu oleh hal-hal yang belum tentu jelas kebenarannya. Jangan percaya bahwa seseorang memiliki mukzizat, karamah ataupun kesaktian sehingga bisa berbuat apa saja,” tegas Syahril dalam kegiatan Safari Fajar di Mushala Baitul Ghafar, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur.

Menurut Syahril, umat muslim harus lebih cerdas dalam bersikap dan bertindak. Jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang menjurus pada perbuatan syirik. Sandarkan semua urusan dunia ini pada Alquran dan Sunnah Nabi.

 “Jika ada hal-hal yang dirasakan bingung, jangan ragu untuk bertanya kepada ulama-ulama bahkan ke lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Insya Allah, jika kita cerdas, kita akan selamat dunia akhirat,” pendapatnya.

Ditempat yang sama, Camat Mempawah Timur, Hermansyah, S.Ip, M.Si, menilai secara rasional mendapatkan kekayaan dengan cara instan pasti tidak masuk akal. Apalagi ada orang yang mengaku bisa menggandakan uang.

 “Sebenarnya prinsip menggandakan uang secara halal sudah diajarkan dalam Alquran maupun sunah nabi. Caranya dengan perbanyak infak dan bersedekah. Islam sudah mengajarkan kita, namun banyak dari kita yang masih percaya dengan cara-cara lain,” tuturnya.

Padahal, sambung Hermansyah, dengan mengeluarkan infaq dan sedekah, maka umat telah membuka pintu rezeki bagi dirinya. Sebab, Allah SWT telah mewajibkan setiap umat Islam untuk menyisihkan harta sebagai infaq dan sedekah.

 “Salah besar jika ada yang beranggapan infaq dan sedekah mengurangi kekayaan dan harta benda. Justru dengan mengeluarkan infaq dan sedekah, pasti akan menggandakan rezeki dan pahala untuk diri kita. Serta mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait