Kemudahan Membayar, Dongkrak Penerimaan Pajak

Kemudahan Membayar, Dongkrak Penerimaan Pajak

  Senin, 23 May 2016 09:30
LAUNCHING: Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat melaunching Mini ATM. Layanan ini sebagai bentuk kemudahan dalam membayar pajak. RAMSES/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sektor pajak masih menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara. Inovasi dilakukan agar penerimaan bisa mencapai target yang ditentukan. Dan inovasi terbarunya adalah Mini ATM yang baru diluncurkan Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalbar, Jumat kemarin. 

Ramses L Tobing, Pontianak

KINI wajib pajak tidak sulit lagi menunaikan kewajbannya. Tidak perlu antre dalam membayar pajak karena bisa dilakukan melalui Mini ATM. Dan Mini ATM adalah salah satu upaya untuk kemudahan dalam pembayaran pajak. Ini menjadi jawaban atas keluhan wajib pajak dalam membayar pajak. 

“Susah dalam artian mencari tempat pembayaran susah. Keberadaaan Mini ATM untuk memudahkan itu. Karena ini sifatnya portable, memudahkan dan kapan saja bisa,” ungkap Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat  Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajal Kalbar Taufik Wijiyanto kepada wartawan koran ini.

Kemudahan membayar pajak menggunakan Mini ATM ini juga didukung keterlibatan petugas pajak. Di mana mereka langsung terjun ke lokasi wajib pajak. Jika memang yang bersangkutan belum melakukan kewajibannya, maka pembayaran pajak bisa dilakukan di tempat.  “Dengan cara ini Mini ATM, mereka bisa langsung bayar di tempat,” harapnya.

Taufik pun memastikan Mini ATM ini disebar ke seluruh wilayah Kalbar. Termasuk pada daerah-daerah yang belum terjangkau perbankan. Fasilitas yang ikut mendukung berupa mobile tax unit yang bisa “ngepos” di waktu dan tanggal tertentu.

Sementara itu Mini ATM pajak berupa mesin electronic data capture (EDC) yang berfungsi menerima pembayaran transaksi melalui kartu debit. Dalam penggunaannya wajib pajak tinggal menggesek kartu debit di mini ATM.

Kemudian memasukan kode billing agar bisa melakukan pembayaran atas semua jenis pajak. Kode billing dapat dibuat melalui berbagai channel, termasuk melalui laman pajak.

Namun perlu diingat, masa berlaku kode billingnya ini hanya 48 jam. Jika melewati jangka waktu itu , kode tidak dapat digunakan lagi. Karena tidak ada batasan, wajib pajak bisa membuat ulang kode billing.

Untuk penggunaan Mini ATM, wajib pajak cukup memasukkan kode billing untuk melakukan pembayaran atas semua jenis pajak, dan kode itu bisa dibuat dengan masuk ke laman atau website pajak, atau internet banking, kemudian tinggal menggesek kartu ATM.

Adanya kemudahan ini diharapkan Taufik dapat meningkatkan pendapatan pajak di Kalbar. Perlu diketahui target penerimaan yang dibebankan ke Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat sebesar Rp7,057 triliun.

Hingga kini penerimaan pajak baru sebesar 19,5 persen dari target yang ditentukan. Sedangkan pertumbuhan penerimaan pajaknya, baru tiga persen. Angka ini di bawah pertumbuhan ekonomi Kalbar sebesar 5,8 persen.

Dibandingkan tahun lalu pertumbuhan penerimaan pajak lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi. Perbandingannya pertumbuhan penerimaannya mencapai 23,75 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi hanya 4,8 persen. “Kami masih punya waktu cukup. Apalagi ini belum satu semester. Akan diupayakan meski berat. Karena tidak mudah mencapai itu,” kata dia.

Meski begitu Taufik melihat dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi di Kalbar dibandingkan tahun lalu menjadi potensi yang baik bagi penerimaan pajak. Sebab kondisi ekonomi masyarakat bisa terus membaik. 

“Tapi sekali lagi, bahwa sisi potensi ekonomi di sini dari wajib pajak tidak secara linear naik. Karena tidak semua pajaknya disetor di sini. Ada juga yang disetor ke luar daerah ini,” ungkapnya.

Respon kemudahan dalam membayar pajak menggunakan Mini ATM itu datang dari Lo Sun Sun. Wajib pajak yang juga menjadi konsultan ini menilai inovasi ini memberikan kemudahan pada mereka agar senantiasa taat pajak.  “Sekarang tidak harus antre lagi,” kata dia.

Sebelumnya pun Lo Sun mengeluhkan adanya kendala dalam pemanfaatan ID billing system. Di mana saat membuat ID billing terjadi gangguan yang disebabkan pengguna atau WP-nya melebihi kapasitas.

Beda halnya dengan mini ATM ini. Menurutnya inovasi yang diterapkan tidak membuat wajib pajak menunggu lama. Prosesnya cepat dan tidak harus menunggu ID billing keluar. Ke depan ia berharap tidak ada kendala loading ke internet dengan menggunakan infra red. 

“Sebagai konsultan saya menilai ini sangat baik. kami terbantukan karena tidak hanya benar dalam membayar pajak tapi juga tepat waktu sehingga terhindar dari denda,” katanya. (*)

Berita Terkait