Kempis Ban Jadi Efek Jera

Kempis Ban Jadi Efek Jera

  Senin, 30 November 2015 09:06
Gambar dari beritabatavia.com - http://cms.beritabatavia.com/gambar/461ban.jpg

Berita Terkait

PONTIANAK-Pengelolaan penataan tempat parkir dan juru parkir oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Pontianak semakin menunjukkan hasil positif. Jalan KS. Tubun yang menjadi langganan macet pada jam tertentu kini dibuat satu arah. Tidak hanya itu, petugas juga memberlakukan pengempisan ban jika pemilik kendaraan parkir sembarangan di wilayah itu.

Kepala Dishubkominfo Pontianak, Utin Srilena Candramidi menegaskan, akan memberi efek jera pada pemilik kendaraan bila parkir sembarangan di Jalan KS. Tubun. Jalan ini kini diberlakukan satu arah. “Selama ini KS. Tubun selalu macet di jam masuk dan pulang anak sekolah. Saya sudah rapatkan ini dengan pemilik yayasan sekolah dan pemilik usaha es krim agar jangan membiasakan terjadi macet di jalur ini lagi,” tegasnya kepada Pontianak Post, ketika memantau arus Jalan KS. Tubun, Sabtu (28/11) siang.

Pihaknya juga telah memasang rambu larangan melintas dua arah di jalur ini mulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Boleh masuk jalur tersebut kecuali hari libur. Ia juga mengkritiki pemilik usaha eskrim yang tekenal itu. Bekas Kadisperindag itu meminta pemilik usaha es krim dapat menyediakan lahan parkir sendiri. Apabila kejadian parkir sampai 2 atau 3 lapis, maka pihaknya tak segan untuk mengempeskan ban kendaraan. “Jika kian berulang, maka akan ditilang di tempat. Kami sudah koordinasi dengan Satlantas. Nanti petugas kepolisian akan tialng mereka,” ancam Utin.
Tidak hanya pemilik usaha, bekas Kasat Pol PP itu juga akan menindak juru parkir yang tidak patuh aturan. Apabila ketahuan akan ditindak. “Mereka harus taat aturan. Upaya kami dalam hal ini akan memantau kawasan ini tiap hari. Memang beberapa hari ini masih tahap sosialisasi, mulai Senin kita akan lakukan penindakan,” timpalnya.  

Dalam hal ini, upaya sosialisasi terus diupayakan. Ia telah menyampaikan pesan ini agar pihak sekolah dapat menjadi penyambung lidah pada orang tua murid untuk dapat mengerti dan memaklumi. Jika pihak sekolah tidak dapat menyampaikan pesan ini, alternatifnya mau tidak mau parkir tidak boleh hingga berlapis-lapis. Bagi orang tua murid diharapkan jemput anak tepat pada waktunya. “Jika mengetem di depan sekolah sampai ber jam-jam, ini yang membuat macet. Lebih baik mereka parkir di halaman PCC. Apabila tak didengar kitaakan kempesakan, dan bisa saja ditilang polisi,” katanya.  

Selain jalan KS. Tubun, titik rawan macet dan parkir hingga berlapis juga terjadi di Jalan MT. Haryono, Nusa Indah dan beberapa kawasan perdagangan lain. Ini jadi perhatian Dishub kedepan. Mudah-mudahan langkah ini dapat mengatasi kemacetan. Salah satunya penataan parkir yang belum tertata dengan baik. Ia juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat dapat mengerti dan memahami kondisi ini.(iza)

 

Berita Terkait