Kemiskinan Pemicu Perdagangan Orang

Kemiskinan Pemicu Perdagangan Orang

  Jumat, 15 January 2016 09:29
SOSIALISASI : Wakil Bupati Sambas menyampaikan sambutan pada sosialisasi Trafficking di Aula Hotel Pantura Jaya Sambas. Foto Hari Kurniatama/Pontianak Post

Berita Terkait

SAMBAS--Perdagangan orang merupakan sebuah masalah global yang mempengaruhi ratusan ribu orang setiap tahunnya menangani perdagangan orang merupakan tugas berat bagi pemerintah, pembuat kebijakan dan organisasi non pemerintah yang memberikan pertolongan dan pendampingan bagi korban.

Wakil Bupati Sambas saat membuka acara sosialisasi Pertemuan Program Trafficking di Kabupaten Sambas, Kamis (14/1) di salah satu hotel di Sambas mengatakan akar penyebab perdagangan orang, perdagangan orang umumnya berakar pada kemiskinan dan kekurangan akan peluang pendidikan, lapangan pekerjaan yang ada.

"Ketidak berhasilan transisi ekonomi suatu negara, pemerintahan yang buruk, korupsi dan diskriminasi jenis kelamin yang diakibatkan oleh struktur patriakis yang berakar disuatu masyarakat terutama terhadap perempuan dan anak juga turut serta memperparah munculnya perdagangan orang,"ungkapnya disela kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum “BUNGA BANGSA” berkerjasama dengan SKPD di Provinsi dan Kabupaten Sambas.

Dalama hal perdagangan orang terkait dengan Imigrasi, kata dia, orang berimigrasi untuk banyak alasan seperti mencari kesempatan dan kehidupan yang lebih baik,mencari keselamatan(dari perdagangan penindasan atau kekerasan).

Pada saat yang bersamaan beberapa negara telah menerapkan pengawasan perbatasan dan persyaratan masuk yang ketat dengan ketatnya pengawasan perbatasan ini kemudiaan mengakibatkan peluang kerja secara sah bagi kelompok masyarakat tertentu ( unskilled worker atau informal worker) yang sering kali tidak diinginkan datang kesuatu negara menjadi semangkin mengecil.

Sementara pengangguran dan kemiskinan, kata dia, masih saja terjadi di negara – negara pengirim tenaga kerja, hal ini memunculkan persoalan, dimana kemudian dimanfaatkan oleh para calo dan agen perekrut tenaga kerja untuk memberangkatkan tenaga kerja dengan cara tidak sah, yang kemudian menjadi rentan terhadap perdagangan orang.

Selain itu, kata dia, tentunya masih banyak lagi faktor pendorong dan penarik imigrasi lainnya yang juga telah turut berkonstribusi terhadap terjadinya perdagangan orang, termasuk terhadap para TKI yang diberangkatkan dengan cara resmi atau sah sekalipun. (har)

 

 

Berita Terkait